UMBY Hadirkan Pakar Swiss Bahas Integritas Akademik

UMBY Hadirkan Pakar Swiss Bahas Integritas Akademik
UMBY Hadirkan Pakar Swiss Bahas Integritas Akademik

Siarpedia.com, Yogyakarta – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar International Guest Lecturer bertajuk “Assessment in The Age of Digital Technology” pada Senin, 11 Mei 2026. Acara ini menghadirkan Dr. Selin Sophia Oeksuez, M.A., peneliti dari Unviersity of Bern sekaligus dosen di University og Zurich, Swiss, sebagai narasumber utama.

 

Selin menilai teknologi memberikan keuntungan besar dalam fleksibilitas. Namun, ia mengkhawatirkan munculnya potensi terkikisnya kemampuan berpikir kritis dan pemikiran yang lebih mendalam akibat ketergantungan pada penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan big data. “Di sisi lain, AI memang meringankan beban sehingga pengerjaan tugas menjadi lebih cepat. Tetapi, cara berpikir kritis kita bisa mulai berkurang, bahkan hilang,” tegas Selin.

 

Ia menekankan agar setiap institusi pendidikan memiliki aturan terkait penggunaan AI. Hal ini penting untuk memastikan setiap tugas bahkan karya ilmiah yang dihasilkan tetap memiliki orisinalitas dan tidak didominasi oleh pemakaian teknologi. “Manfaatkan teknologi hanya untuk mempermudah, bukan untuk membuat cara berpikir orang-orang intelektual menjadi tumpul,” pesan Selin.

 

Baca Juga ; Pentingnya Karakter dan Kurikulum Adaptif di Era Digital

 

Lebih dalam, Selin menjelaskan teknologi digital memiliki risiko sekaligus tantangan dalam pembelajaran. Antara lain, kesenjangan keterampilan mahasiswa dalam mengoperasikan teknologi, risiko pudarnya kesadaran kritis akibat bias teknologi. Menurutnya, pembelajaran kognitif akan efektif jika teknologi digunakan secara interaktif dan adaptif dengan kombinasi strategi umpan balik dari dosen.

 

Selin menguraikan setidaknya terdapat peran dosen di perguruan tinggi dalam mengintegrasikan AI dalam pendidikan, seperti penyesuaian kurikulum, pengembangan kebijakan (misalnya meninjau kembali tujuan pembelajaran dan menyusun pedoman penggunaan teknologi), mengajarkan literasi dan etika AI (misalnya mengedukasi mahasiswa mengenai batasan AI dan integritas akademik) guna mendorong pembejalaran reflektif. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan