Anak Jadi Korban, Mengapa Orang Tua yang Disalahkan? (bag 1)

Anak Jadi Korban, Mengapa Orang Tua yang Disalahkan? (bag 1)
Anak Jadi Korban, Mengapa Orang Tua yang Disalahkan? (bag 1)

Siarpedia.com, Yogyakarta – Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta mengguncang banyak orang tua. Tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak justru diduga berubah menjadi ruang yang melukai. Dalam pemberitaan yang beredar, kepolisian telah menetapkan pemilik daycare sebagai tersangka. Penyidikan masih berlanjut, sementara puluhan orang tua korban telah dimintai keterangan.

 

Sebagian orang tua melaporkan kondisi anak memprihatinkan, dari berat badan menurun, luka-luka hingga tumbuh kembang tak sesuai usia. Namun, di tengah kemarahan dan keprihatinan publik, muncul respons tak kalah menyakitkan: sebagian warganet justru menyalahkan orang tua. “Kenapa anak dititipkan ke daycare?”“Kalau sayang anak harusnya dijaga sendiri.”“Orang tua sibuk bekerja.”“Harusnya dari awal tahu ada yang tak beres.”

 

Sekilas, komentar seperti ini mungkin terdengar seperti nasihat. Tetapi, bila dilihat lebih dalam, komentar tersebut dapat berubah menjadi bentuk victim blaming: kecenderungan menyalahkan korban atau pihak yang terdampak, alih-alih menempatkan tanggung jawab utama pada pihak yang diduga melakukan kekerasan, membiarkan penelantaran, atau gagal menjalankan sistem pengasuhan yang aman.

 

Baca Juga ; Pentingnya Karakter dan Kurikulum Adaptif di Era Digital

 

Dalam kasus ini, anak-anak adalah korban langsung. Orang tua adalah korban sekunder. Mereka bukan pelaku kekerasan. Mereka adalah pihak yang mempercayakan anak kepada lembaga yang seharusnya memiliki standar keamanan, pengasuhan, dan tanggung jawab profesional. Menyalahkan orang tua karena menitipkan anak ke daycare adalah cara berpikir yang terlalu sederhana untuk persoalan yang jauh lebih kompleks.

 

Banyak orang tua menitipkan anak bukan karena tidak mencintai anaknya. Mereka mungkin harus bekerja. Mereka mungkin tidak memiliki dukungan keluarga yang memadai. Mereka mungkin menjadi orang tua tunggal. Mereka mungkin berada dalam tekanan ekonomi. Mereka mungkin membutuhkan bantuan pengasuhan agar tetap dapat menjalankan kehidupan sehari-hari.  (bersambung,,,,) (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan