Agroteknologi UMBY Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Pertanian  

Agroteknologi UMBY Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Pertanian   
Agroteknologi UMBY Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Pertanian

Siarpedia.com, Yogyakarta – Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar lokakarya penguatan Visi Keilmuan, Sabtu (18/4/2024). Langkah strategis ini diambil untuk menyelaraskan Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Prodi dengan dinamika industri, serta kebijakan pendidikan tinggi terkini. Kegiatan dihadiri Dekan Fakultas Agroindustri, Dosen, Tendik dan Mahasiswa Prodi Agroteknologi sebagai peserta.

 

Ketua Prodi Agroteknologi UMBY, Dr Ir Dian Astriani MP menegaskan pembaruan VMTS penting agar prodi tak kehilangan arah. Jika VMTS selaras visi universitas dan fakultas, seluruh kegiatan akademik, seperti kurikulum, penelitian dan pengabdian terarah, konsisten dan mendukung tujuan prodi secara menyeluruh. Selain itu, keselarasan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu memastikan lulusan relevan, kompetitif dan adaptif.

 

“Keselarasan VMTS menjadi kompas dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Jika tidak diperbarui, kita berisiko menghasilkan lulusan yang tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan daya saing program studi, kepercayaan pemangku kepentingan, hingga kualitas akreditasi,” ujar Dr. Dian dalam sambutannya di hadapan jajaran dekanat, dosen, dan mahasiswa.

 

Baca Juga ; Job Fair UMBY 2026, Diikuti Perusahaan Nasional dan Multinasional  

 

Menghadirkan pakar dari Universitas Brawijaya, Dr Afifuddin Latif Adiredjo SP MSc, lokakarya membedah pentingnya implementasi Outcome-Based Education. Ia menekankan visi keilmuan harus mengalir hingga ke teknis penilaian mahasiswa. “Prinsip keselarasan OBE harus menghubungkan runtut dari visi dan misi prodi, profil lulusan, CPL hingga mata kuliah yang diturunkan ke CPMK, sub-CPMK, sistem asesmen dan penilaian,” ungkapnya.

 

Dari sudut pandang praktisi, Dr Wahyu Darsono selaku Direktur PT SISKA sekaligus Sekjen GAPENSISKA, menyoroti pergeseran tren pertanian global menuju konsep Circular Bioeconomy (CBE). Menurutnya, pertanian masa depan tak lagi bicara komoditas tunggal, melainkan ekosistem terintegrasi. “Lulusan Agroteknologi masa depan harus akrab dengan smart farming, agronomi regeneratif, hingga analisis data,” ujarnya. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan