Dosen UMBY Ini Paparkan Hasil Riset Pada Kongres Internasional di Filipina  

Dosen UMBY Ini Paparkan Hasil Riset Pada Kongres Internasional di Filipina   
Dosen UMBY Ini Paparkan Hasil Riset Pada Kongres Internasional di Filipina

Siarpedia.com, Yogyakarta – Dr. Ir. Dian Astriani, SP., MP., dosen sekaligus ketua program studi Agroteknologi Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) hadir dalam 3rd International Agri-Ecotourism Congress 2025 yang diselenggarakan oleh Aklan State University (ASU) di Marzon Hotel Executive Hall, Kalibo, Aklan, Filipina, pada Senin, 9 Juni 2025.

 

Dian diundang sebagai pembicara oleh pihak ASU, Filipina untuk mengisi Kongres dengan tema “Empowering Sustainable Agri-Ecotourism through Innovation, Collaboration, and Cultural Preservation”. Pada kesempatan tersebut, Dian memaparkan materi berdasarkan risetnya dengan judul “Innovation of Environmentally Friendly Agrotechnology Supporting Sustainable Agriculture In Synergy with Agrotourism in Yogyakarta Indonesia”.

 

Berdasarkan risetnya, Dian menguraikan terkait inovasi agroteknologi ramah lingkungan dengan pemanfaatan limbah kulit kacang mete yang menghasilkan biopestisida minyak kulit kacang mete sehingga akan mendukung  pertanian berkelanjutan yang bersinergi dengan agrowisata di Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Agrowisata desa Karang Tengah mempunyai potensi unggulan berupa produksi kacang mete dan produksi sutera liar.

 

Produksi kacang mete di wilayah tersebut akan terdapat limbah kulit kacang mete yang belum banyak dimanfaatkan. Melalui inovasi agroteknologi, limbah tersebut diolah menjadi biopestisida minyak kulit kacang mete yang dapat digunakan untuk mengendalikan, bahkan membasmi hama tanaman. “Banyaknya pohon kacang mete di Karang Tengah Imogiri dapat menjadi salah satu agrowisata yang dioptimalkan dengan inovasi agroteknologi,” ujarnya.

 

Baca Juga ; UMBY Luncurkan Inkubator Kewirausahaan Hijau  

 

Disampaikan, masyarakat tidak hanya dapat menjual kacang mete, lebih dari itu dapat mengolah limbah kulit kacang untuk dijadikan biopestisida sebagai media pembasmi hama tanaman. Lanjut Dian, pertanaman kacang mete selain menghasilkan kacang mete, juga menjadi inang dari ulat sutera liar yang berpotensi menghasilkan benang dan kain sutera liar. Sutera liar dari tumbuhan kacang mete juga menjadi peluang agrowisata. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan