Psikologi UMBY dan UMG Komitmen Pengembangan Sociopreneurship   

Psikologi UMBY dan UMG Komitmen Pengembangan Sociopreneurship
Psikologi UMBY dan UMG Komitmen Pengembangan Sociopreneurship

Siarpedia.com, Yogyakarta – Sebagai bagian konsistensi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mewujudkan komitmen pengembangan Sociopreneurship bagi civitas UMBY dan masyarakat, Fakultas Psikologi UMBY mengadakan kuliah umum. Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi kerja sama antara UMBY dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang memiliki visi yang sama terkait dengan Sociopreneurship.

 

Acara diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung Rektorat Kampus 1 UMBY, Jalan Raya Wates Sedayu Bantul dan secara online. Rabu, 27/07/2022. Kuliah umum ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa UMBY dan UMG khususnya mahasiswa yang mengambil mata kuliah sociopreneur. Tema kuliah umum yakni “Identifikasi Peran Komunitas dalam Pengembangan Sociopreneur: Nilai Budaya, Aplikasi dan Tantangannya” .

 

Baca Juga ; UMBY Jajaki Student Exchange dengan Universitas Kuala Lumpur     

 

Sebagaimana disampaikan Kepala Humas UMBY Widarta SE MM, Senin, 1 Agustus 2022,  kuliah umum menghadirkan Dr Wahyu Kuncoro MSi yang merupakan dosen sekaligus Wakil Dekan Fakultas Psikologi UMBY dan Nadhirotul Laily SPsi MPsi selaku dosen Psikologi dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemitraan UMG. Sementara moderator adalah Dosen Psikologi UMBY Sowanya Ardi prahara SPsi MA.

 

Wahyu Kuncoro menyampaikan permasalahan sosial ekonomi Indonesia adalah terkait banyaknya pengangguran dan salah satu sektor ekonomi yang dianggap menyumbang pertumbuhan ekonomi adalah entrepreneurship.  Terlebih lagi, Indonesia masih kekurangan entrepreneur dan lebih khusus lagi sociopreneur. “Mari, kita berkembang bersama untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ucapnya.

 

Hidup  menjadi lebih bermakna jika dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan salah satu hal yang dapat dilakukan adalah menjadi seorang sociopreneur,”

 

Sementara itu, Nadhirotul Laily menekankan pentingnya pendampingan pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan kewirausahaan agar nilai-nilai sosial tidak terlupakan seiring dengan upaya masyarakat untuk memperoleh keuntungan secara ekonomis dari usahanya. “Hidup  menjadi lebih bermakna jika dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan salah satu hal yang dapat dilakukan adalah menjadi seorang sociopreneur,” ujarnya. (*)

 

(tim siarpedia.com)   

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: