Aji Nur Wijaksono mengajarkan science experiment
Aji Nur Wijaksono mengajarkan science experiment

Siarpedia.com, Yogyakarta – Mahasiswa program studi pendidikan fisika Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang juga Mahasiswa lolos seleksi program Kampus Mengajar bagian dari program Kampus Merdeka, Aji Nur Wijaksono mengajar di SD Negeri Sidorejo Ambal Kebumen. Di sekolah tersebut, sesuai bidang ilmunya, Aji Nur Wijaksono melatih kemampuan berpikir kritis siswa sejak dini dengan mengajarkan science experiment, yaitu praktikum/percobaan sederhana untuk membuktikan suatu teori tersebut.

 

Percobaan antara lain dengan pensil patah, lilin minum air dan balon takut api. Konsep pelaksanaannya, yaitu mentor menjelaskan nama percobaan dan bahan yang dibutuhkan siswa. Kemudian siswa secara berkelompok melakukan percobaan yang diminta dengan kreatifitas masing-masing. Setelah ada satu kelompok yang menurut mentor berhasil, maka mentor meminta kelompok yang belum berhasil memberikan alasan sebab akibat dari percobaan tersebut.

 

”Disini mentor mengajak semua siswa untuk memberikan gagasan dan melatih kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga sampai ditemukan sebab akibatnya. Jika ada siswa yang menjawab dengan benar, maka mentor akan memberikan reward,” kata Aji Nur Wijaksono, Senin, 16 Agustus 2021. Aji Nur Wijaksono menjelaskankan, bahwa pinsil patah mengajak siswa belajar tentang pembiasan cahaya.

 

Sedangkan balon takut api adalah percobaan yang membuktikan bahwa air merupakan penyerap panas yang sangat baik, sehingga saat kebakaran, cara termudah untuk memadamkan api adalah dengan menggunakan air. ”Air sepuluh kali lebih besar menyerap panas dari pada besi. Sehingga wajar jika balon tersebut tahan api karena adanya air yang menyerap sebagian besar panas api yang mengenai balon,” jelas Aji Nur Wijaksono.

 

“Perlu perhatian khusus yang harus dilakukan untuk memunculkan berpikir kritis siswa, apalagi masih mengenyam pendidikan sekolah dasar,” 

 

Guru kelas V SDN Sidorejo Badriyah Ussholikhah mengapresiasi kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa  seleksi program Kampus Mengajar Aji Nur Wijaksono tersebut karena sangat membantu dalam menumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. “Perlu perhatian khusus yang harus dilakukan untuk memunculkan berpikir kritis siswa, apalagi masih mengenyam pendidikan sekolah dasar” kata Badriyah Ussholikhah. (*)

 

Latih Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sejak Dini
Tag pada:                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *