Tim PkM UMBY Edukasi Anak-Anak Sedayu Lewat Dongeng Tukik  

Tim PkM UMBY Edukasi Anak-Anak Sedayu Lewat Dongeng Tukik
Tim PkM UMBY Edukasi Anak-Anak Sedayu Lewat Dongeng Tukik

Siarpedia.com, Yogyakarta – Mengajarkan kepedulian lingkungan pada anak tak harus lewat instruksi kaku. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) memilih cara yang lebih menyentuh dan mudah dipahami anak, yakni melalui mendongeng perjuangan hidup seekor bayi penyu atau tukik. Tim PkM UMBY juga membagikan buku cerita “Perjalanan Pertama Tukik” agar bisa dibaca kembali oleh anak.

 

Kegiatan edukatif ini digelar di Omah Kebon Bintang, Sedayu, Bantul, Sabtu (23/5/2026). Sebanyak 12 anak dan 3 fasilitator, didampingi dua mahasiswa UMBY, tampak antusias mengikuti jalannya acara. Program ini diinisiasi oleh tim dosen Fakultas Psikologi UMBY yang diketuai oleh Dr. Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto, M.Si., Psikolog, bersama anggotanya Dr. Muhammad Wahyu Kuncoro, M.Si., dan Ranni Merli Safitri, M.Si., Ph.D.

 

Dalam kegiatan tersebut, salah satu fasilitator, Bunda Tika, didampingi tim pengabdi membacakan buku cerita bertema alam berjudul “Perjalanan Pertama Tukik”. Buku ini merupakan karya khusus yang lahir dari rangkaian program peringatan Hari Bumi tahun 2026. Anak-anak mendengarkan dengan antusias kisah perjuangan hidup mati seekor tukik yang dimulai dari menetas di sarang pasir hingga berhasil mencapai laut lepas.

 

Baca Juga ; Dosen UMBY Latih Siswa SMK Perkebunan MM 52 Olah Gulma Siam Jadi Pupuk

 

Ceritanya petualangan perdana sang tukik hampir gagal karena terhadang tumpukan sampah plastik, seperti botol, kantong, gelas dan sedotan di sepanjang pantai. Beruntung, tukik berhasil lolos dari jebakan sampah dan selamat sampai ke laut. Ketua Tim PkM UMBY, Dr Triana Noor Edwina menegaskan jika membacakan buku cerita bertema alam merupakan strategi psikologis yang efektif untuk menumbuhkan literasi lingkungan sejak dini.

 

“Literasi lingkungan bukan sekadar tahu teori, tapi membangun kesadaran dan kepedulian. Melalui cerita ini, anak-anak diajak merasakan dampak buruk sampah plastik bagi makhluk hidup lain. Harapannya, empati ini terbawa hingga mereka dewasa dan terwujud dalam tindakan nyata menjaga kelestarian bumi,” ujar Triana. Usai sesi mendongeng, anak-anak diajak berinteraksi lewat sesi tanya-jawab mengenai petualangan penyu kecil tersebut. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan