Dosen Psikologi UMBY Ini Bekali Psikolog Sulsel Strategi Menulis dan AI  

Dosen Psikologi UMBY Ini Bekali Psikolog Sulsel Strategi Menulis dan AI
Dosen Psikologi UMBY Ini Bekali Psikolog Sulsel Strategi Menulis dan AI

Siarpedia.com, Yogyakarta – Dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Dr. Martaria Rizky Rinaldi, M.Psi., Psikolog, menjadi narasumber utama dalam webinar bertajuk “Writing Mindset dan Strategi Penggunaan AI dalam Menerbitkan Artikel di Jurnal Scopus” yang diselenggarakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Sulawesi Selatan, Sabtu, 18 Juli 2026.

 

Acara digelar melalui Zoom itu merupakan bagian dari rangkaian menyambut Musyawarah Wilayah HIMPSI Sulawesi Selatan 2026. Webinar diikuti psikolog dan akademisi yang tergabung sebagai anggota HIMPSI Sulawesi Selatan. Saat membuka kegiatan, Ketua HIMPSI Wilayah Sulawesi Selatan, Ahmad Rifdah MPsi Psikolog menegaskan pentingnya publikasi ilmiah bagi praktisi psikologi sebagai diseminasi pengetahuan.

 

Martaria membahas pentingnya membangun writing mindset produktif sebelum memasuki teknis penulisan. Menurutnya, salah satu hambatan terbesar dalam publikasi bukan semata-mata keterbatasan kemampuan, tapi kecenderungan menunda, takut salah dan menunggu tulisan sempurna. “Menulis tidak harus dimulai dari naskah yang langsung sempurna. Terpenting berani memulai, memiliki target realistis dan memperbaikinya bertahap,” katanya.

 

Baca Juga ; Magister Psikologi UMBY Raih Akreditasi Baik Sekali

 

Sebagai dosen sekaligus reviewer jurnal internasional bereputasi, Martaria juga membagikan strategi menyusun artikel agar memiliki peluang lebih besar diterima di jurnal terindeks Scopus. Materi mencakup cara menemukan ide penelitian, mengidentifikasi research gap, memperkuat kontribusi ilmiah, menyusun argumentasi, serta memilih jurnal yang sesuai dengan fokus dan kualitas naskah.

 

Tak hanya teori, peserta juga diajak mempraktikkan penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk merancang kerangka artikel dan mengevaluasi tata bahasa akademik. Namun, Martaria memberi catatan kritis terkait etika penggunaan teknologi tersebut. “AI adalah alat bantu, bukan pengganti penulis. Ide, analisis, interpretasi hasil, verifikasi informasi dan tanggung jawab terhadap isi tulisan tetap pada peneliti,” tegasnya. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan