Pepaya Jadi ‘Keripik Mustofa’, Dosen UMBY Latih Kemandirian Ekonomi Santriwati

Pepaya Jadi ‘Keripik Mustofa’, Dosen UMBY Latih Kemandirian Ekonomi Santriwati
Pepaya Jadi ‘Keripik Mustofa’, Dosen UMBY Latih Kemandirian Ekonomi Santriwati

Siarpedia.com, Sleman – Tim Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta menggelar pengabdian kepada masyarakat di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Rumah Sajada, Sidokarto, Godean, Minggu (28/06/2026). Kegiatan ini fokus melatih santriwati mengolah pepaya muda menjadi produk pangan inovatif bernilai jual tinggi, Keripik Pepaya Mustofa.

 

Tim pengabdian ini dipimpin Prof Dr Ir Siti Tamaroh Cahyono Murti MP beranggotakan Dr Bayu Kanetro MP dan dibantu teknisi laboran Indarti STP serta tiga mahasiswa, Sri Hartati, Syakirah Tsaqif Natsir dan Chayrunisya Salsabila Putri Januari. Prof Tamaroh mengungkap langkah tersebut diambil untuk merespons banyaknya pohon pepaya yang tumbuh subur di sekitar lingkungan pesantren, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

 

Melalui sentuhan teknologi pangan sederhana, pepaya yang biasanya hanya dijual murah dapat diolah menjadi makanan kekinian. “Melalui inovasi Keripik Pepaya Mustofa ini, diharapkan akan lahir usaha baru berskala industri rumah tangga dari dalam pesantren yang mampu mendukung kemandirian ekonomi panti asuhan secara berkelanjutan,” demikian ujar Prof Tamaroh.

 

Baca Juga ; Hilirisasi Olahan Kelapa, Olah VCO Jadi Balsam Serai Wangi  

 

Di hadapan 25 santriwati dan pengasuh pondok, tim UMBY memberi sosialisasi, juga praktik. Santriwati diajarkan teknik pengolahan, mulai penyiapan pepaya, campuran tepung beras, terigu dan tapioka hingga penggorengan. Guna memastikan kualitas keripik, tim UMBY mengaplikasikan penggunaan mesin spinner untuk meniriskan minyak. Setelah itu, keripik dicampur bumbu rempah, dioven 15 menit di suhu 90-100ºC, lalu dipacking di toples.

 

Ustadzah pengasuh Ponpes Rumah Sajada, Nur Kholifah SSi mengapresiasi penuh inisiatif dari pihak kampus. Ia menilai pelatihan ini sangat aplikatif dan membuka wawasan baru bagi penghuni pondok. “Kegiatan ini memberikan keterampilan nyata bagi para santriwati. Ilmu pengolahan pangan dan kewirausahaan ini akan menjadi bekal kemandirian yang sangat berharga bagi mereka setelah lulus dari Pondok Sajada nanti,” ungkap Nur Kholifah.  (*)

 

(tim siarpedia.com)

.

Tinggalkan Balasan