Dosen UMBY Terapkan Flushing Pakan MOL untuk Kambing Perah di Dusun Kemiri

Siarpedia.com, Sleman – Tim dosen Program Studi Peternakan, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta kembali melakukan inovasi untuk mendorong produktivitas peternak lokal. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), UMBY mengenalkan teknologi flushing pakan berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL) kepada belasan peternak di Dusun Kemiri, Desa Purwobinangun, Pakem, Sabtu (22/5/2026).
Ketua Tim Pengabdian UMBY, Ir Setyo Utomo MP menjelaskan bahwa inovasi ini ditujukan khusus untuk mendatangkan masa birahi (estrus) pada ternak kambing perah, guna mendongkrak efisiensi reproduksi yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi susu. Dusun Kemiri dipilih menjadi sasaran program karena dinilai memiliki populasi kambing perah yang tinggi, namun terbentur oleh masalah efisiensi reproduksi yang masih rendah.
Dalam pelaksanaannya, Ir Setyo Utomo didampingi tim dosen, terdiri dari Ir Nur Rasminati, Dr Oktora Dwi Putranti, Noor Rizky Irmasari Hasibuan SPt MSc, juga melibatkan mahasiswa (Anifah Ayu, Muhamad Rama Kuriawan, Rifki dan Atika) “Target utama dari intervensi teknologi ini adalah meningkatkan rasio jumlah kelahiran kambing perah di tingkat peternak,” jelas Ir Setyo Utomo.
Baca Juga ; Dosen UMBY Latih Siswa SMKN 1 Nanggulan Buat Media Kultur Jaringan Alami
Pelatihan diikuti 19 anggota kelompok ternak Kemiri Farm ini tak sekadar berisi teori. Peternak diajak mempraktikkan pembuatan MOL dan metode flushing pakan menggunakan bahan lokal murah, seperti kuning telur dan bahan organik. Proses pembuatan pakan MOL ini terbilang sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri oleh peternak: Nasi tanpa campuran kimia didiamkan selama 2-3 hari hingga memunculkan jamur berwarna putih atau oranye.
Nasi yang telah berjamur dicampur merata dengan irisan gula merah menggunakan perbandingan 1:1. Campuran ini dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat dan didiamkan selama 15 hari hingga menghasilkan cairan kecokelatan menyerupai kecap. Terakhir, cairan disaring menggunakan kain bersih dan siap digunakan sebagai sumber mikroorganisme tambahan bagi ternak. Hasil penerapan metode flushing ini terbukti efektif. (*)
(tim siarpedia.com)
