Pentingnya Play Therapy dan Peran Orangtua sebagai Secure Base

Siarpedia.com, Yogyakarta – Praktisi Psikolog Klinis Anak, sekaligus Dosen Psikologi dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Angelina Dyah Arum Setyaningtyas MPsi Psikolog, menguraikan berbagai ancaman krisis psikologis fatal bagi anak usia dini. Hal ini disampaikan berdasarkan kasus yang tengah mencuat di tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha.
Angel mengingatkan perlakuan tak manusiawi di masa keemasan berisiko memicu Adverse Childhood Experiences yang dapat merusak sistem regulasi emosi dan rasa percaya dasar anak secara permanen. Temuan Polresta Yogyakarta mengungkap adanya tindakan di luar batas kemanusiaan. Menurut Angelina, kekerasan fisik dan emosional yang terjadi di masa golden age bukan sekadar luka sesaat, melainkan ancaman struktur pembentukan karakter.
Dalam kacamata psikologi perkembangan, anak-anak ini sedang berada pada fase krusial menurut teori Erik Erikson. Hal ini menjadi krusial karena pada usia dini, dimana pada tahap ini anak berada dalam perkembangan trust vs mistrust menurut Erik Erikson. Yakni, fase di mana anak belajar apakah dunia dapat dipercaya atau tidak melalui pengalaman dengan pengasuhnya.
Baca Juga ; Sri Sultan HB X ; Penanggulangan Kanker Harus Jadi Gerakan Bersama
Ketika anak mengalami penelantaran atau kekerasan, yang terganggu bukan hanya emosi sesaat, tapi pembentukan rasa percaya dasar terhadap lingkungan. Kondisi ini, jika tak segera ditangani menjadi faktor risiko besar bagi anak untuk hambatan konsentrasi, kesulitan belajar hingga regresif. Mengingat banyak korban yang belum memiliki kemampuan verbal untuk menceritakan, Angelina menekankan metode asesmen harus berbasis trauma-informed care.
Pendekatan yang tepat adalah observasi perilaku dan Play Therapy. Observasi perilaku, misalnya perubahan pola tidur, makan atau respons anak saat berpisah dengan orang tua. Relasi anak dengan figur pengasuh pun menjadi indikator penting, apakah anak menunjukkan kelekatan yang aman atau justru ketakutan dan penarikan diri. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan dengan Play Therapy, karena bermain merupakan bahasa alami anak. (*)
(tim siarpedia.com)
