Masjid Sebagai Perekat Kohesi Sosial

Siarpedia.com, Yogyakarta – Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Bahkan juga dikenal sebagai negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Berdasarkan data Kementerian Agama 2026, setidaknya ada 706.788 unit gabungan masjid dan mushola. Jumlah yang melimpah seharusnya dapat memiliki peran strategis sebagai pondasi terbentuknya kohesi sosial. Bukan sekedar sebagai tempat ibadah.
Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Dr Mohamad Yusuf MA menyebut seringkali masyarakat menyaksikan masjid hanya dijadikan pelaksanaan ibadah utama, shalat, berdoa, padahal ada fungsi lain yang belum dimanfaatkan optimal. “Masjid bukan hanya menara gading terisolasi, melainkan media merekatkan umat sebagai jantung pembangunan dan peradaban,” kata Yusuf saat membuka Ramadan Public Lecture Masjid Kampus UGM.
Menurutnya, keberadaan masjid bisa memberikan dampak sosial spiritual. Salah satunya dengan energi kerohanian dari ibadah keseharian yang dilakukan umat muslim bisa menjadi penguat daya sosial untuk mendamaikan keadaan. Kembali kepada sejarah, ia mengingatkan pada zaman Nabi Muhammad saw, justru yang dibangun pertama untuk peradaban adalah masjid, bukan pusat pemerintahan atau perekonomian seperti pasar.
Baca Juga ; Kemenag Kumpulkan Pakar Falak dan Wakil Ormas Islam, Ini yang Dibahas
Di masa tersebut, sentral kegiatan berada di masjid untuk perekatan persaudaraan, pendeklarasian, bahkan pusat pemerintahan dan tempat permusyawaratan. “Konteks demokrasi modern kita mengenalnya dengan sebagai tempat parlemen dirumuskannya kebijakan strategis untuk membangun kemaslahatan keumatan. Di zaman itu, masjid juga sebagai pusat pendidikan, bahkan rumah sakit darurat,” kata Yusuf.
Mendukung hal itu, ia mengungkap setidaknya masjid memiliki beberapa fungsi utama, yakni sebagai zona netral yang mampu menyelaraskan perbedaan politik maupun fiqih. Selain itu, sebagai tempat pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Pengalaman kami misalnya saat berkunjung ke daerah karena tugas kampus, sering mendapati masjid terkunci. Tentu alasannya karena demi keamanan, tapi bagi musafir nampaknya tidak ramah,” ujarnya. (*)
(tim siarpedia.com)
