UMBY Gandeng Pemkab Bantul Bangun Layanan Kesehatan Mental di Sedayu  

UMBY Gandeng Pemkab Bantul Bangun Layanan Kesehatan Mental di Sedayu
UMBY Gandeng Pemkab Bantul Bangun Layanan Kesehatan Mental di Sedayu

Siarpedia.com, Yogyakarta – Tim Pengabdian Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang terdiri dari Reny Yuniasanti, M.Psi, Ph.D, Psikolog, Dr. Sheilla Vatradilla Peristianto, M,Psi, Psikolog, Dewi Soerna Anggraeni, M.Psi, Psikolog dan Komang Mahadewi S., M.Psi., Psikolog bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul Kapanewon Sedayu bersama resmi meluncurkan LENTERA pada Jumat, 14 November 2025.

 

LENTERA merupakan sebuah Layanan Terpadu Kesehatan Mental Warga Sedayu yang dirancang untuk memberikan akses informasi, pendampingan psikologis, penanganan awal, serta rujukan gangguan kesehatan mental secara terstruktur. Acara launching sekaligus pengukuhan Kader Jiwa Sedayu ini diselenggarakan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan mental di masyarakat.

 

Peluncuran LENTERA dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, termasuk Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanto, S.Sos., M.M., Rektor UMBY, anggota DPRD Kabupaten Bantul, Kepala Dinas Sosial Kepala Puskesmas Sedayu I dan II, kepala Rumah sakit dan bank, para lurah se-Kapanewon Sedayu, dan seluruh stakeholder masyarakat di kapanewon Sedayu yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap program ini.

 

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanto, S.Sos., M.M. menyampaikan Pemerintah Kabupaten Bantul mengapresiasi inisiatif Kapanewon Sedayu bersama Fakultas Psikologi UMBY dalam membentuk layanan LENTERA dan yang telah menggerakkan satgas dan kader jiwa. “Besar harapan kami dengan adanya LENTERA dan kader jiwa dapat mengurai dan mengurangi permasalahan kesehatan mental yang terjadi di kecamatan Sedayu,” ujarnya.

 

Baca Juga ;Dosen Psikologi UMBY Bentuk Kader Kesehatan Jiwa di Sedayu  

 

Ketua tim pengabdian, Reny Yuniasanti, mengungkap urgensi pendirian LENTERA tidak terlepas dari kondisi kesehatan mental di DIY. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi gangguan mental berat di DIY mencapai 9,3 persen, tertinggi di Indonesia. Data lokal Puskesmas Sedayu II pada 2024 juga mencatat 91 warga pengidap skizofrenia di Sedayu, ini menunjukkan perlunya layanan psikologis lebih memadai dan berkelanjutan. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan