Dosen Psikologi UMBY Ajak Lansia Temukan Bahagia Lewat Art Therapy  

Dosen Psikologi UMBY Ajak Lansia Temukan Bahagia Lewat Art Therapy   
Dosen Psikologi UMBY Ajak Lansia Temukan Bahagia Lewat Art Therapy

Siarpedia.com, Yogyakarta Dosen Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Kali ini melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan tajuk “Psikoedukasi Kesehatan Mental Lansia Menuju Optimum Aging”. Kegiatan ini menyasar 25 anggota Paguyuban Koperasi Batik Senopati Yogyakarta.

 

Komunitas ini berisi perempuan senior eks-pengusaha batik yang kini berfokus menjaga kebersamaan dan kesejahteraan sosial di masa pensiun mereka. Program ini dipimpin oleh Malida Fatimah SPsi MCons bersama tim dosen psikologi UMBY Dr Sri Muliati Abdullah SPsi MA Psikolog dan Narastri Insan Utami SPsi MPsi dengan dibantu mahasiswa Fakultas Psikologi UMBY, yaitu Alifah Salsabila Putri F, Rahma Hidayanti dan Gabriel Alexandro S.

 

“Program yang kami kemas ini mengajak lansia untuk menemukan kembali kebahagiaan dan makna hidup melalui pendekatan Art Therapy. Pendekatan ini memadukan melukis, menari, dan menyanyi sebagai media ekspresi dan penyembuhan diri,” ungkap Malida. Kegiatan pada Selasa, 7 Oktober 2025 di Koperasi Batik Senopati Yogya dengan menghadirkan Fanny Fauzy Hannifuniam SPsi MPsi Psikolog sebagai trainer dan fasilitator utama Art Therapy.

 

Fanny Fauzy menjelaskan melalui art therapy, lansia diajak mengenal kembali kebahagiaan sederhana dan kekuatan positif diri. Sesi terapi seni melukis mengajak peserta menyalurkan perasaan dan kenangan masa lalu lewat gambar pemandangan gunung dan sawah, simbol masa kecil yang membawa nostalgia dan kehangatan emosional. Untuk sesi Tari Gembira, peserta bergerak mengikuti irama lagu “Andai Aku Bisa” dan “Kisah Kasih di Sekolah”.

 

Baca Juga ;PkM Kolaboratif Dosen UMBY Bahas Strategi Holistik Menekan Stres Persiapan Ujian

 

Kemudian, pada terapi musik “Melodi Memori”, mengajak peserta bernostalgia melalui lagu-lagu lawas. Lagu menjadi jembatan yang menghidupkan kembali memori masa muda dan menumbuhkan perasaan bahagia. “Refleksi emosional yang kami ciptakan ini diharapkan mampu membuat peserta memanggil kembali kenangan indahnya untuk dijadikan sumber kekuatan positif, bukan kesedihan,” jelas Fanny Fauzy. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan