Greysia/Apriyani
Apriyani /Greysia

Siarpedia.com, Jakarta – Satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda putri pada Olimpiade Tokyo 2020, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu bertekad menyumbang medali. Baik itu medali emas, perak, maupun perunggu. Untuk mencapai target tersebut, Greysia/Apriyani sedang fokus mematangkan persiapan menuju Olimpiade yang akan berlangsung 23 Juli-8 Agustus mendatang.

 

Kendati digenjot latihan, sang pelatih Eng Hian meminta kedua pemain tersebut tidak terlalu tertekan dan terus menjaga ekspektasi. “Untuk sisi fisik mereka sudah siap, tetapi ini kan turnamen besar di olahraga bukan hanya bulutangkis dan digelar pun hanya empat tahun sekali. Jadi saya menaruh perhatian lebih pada masalah nonteknisnya,” ujar Eng Hian di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

 

“Bagaimana saya bisa menjaga mereka tidak berada di bawah tekanan atau terlalu berekspektasi tinggi, saya buat serileks mungkin seperti turnamen biasa saja,”

 

“Bagaimana saya bisa menjaga mereka tidak berada di bawah tekanan atau terlalu berekspektasi tinggi, saya buat serileks mungkin seperti turnamen biasa saja,” ujarnya, sebagaimana dilansir laman Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Ia mengatakan bahwa dirinya juga meminta bantuan tim psikolog di PBSI untuk mendampingi Greysia/Apriyani sejak saat ini hingga hari pertandingan tiba.

 

“Saya juga meminta bantuan psikolog untuk membuat program, serta mendampingi Greys/Apri agar kondisi mental tetap bagus dan terjaga. Juga agar mereka selalu bisa mengikis ketegangan saat pertandingan atau di luar lapangan. Saya pernah merasakan tegangnya bermain di Olimpiade. Tegangnya bukan hanya di lapangan, tapi kadang sebelum tidur juga ada rasa tegang dan kalau tak bisa mengatasinya bisa merugikan,” ucap Eng Hian.

 

Greysia/Apriyani saat ini berada di peringkat enam dunia dipastikan turun di Olimpiade tanpa turnamen pemanasan. Turnamen terakhir yang diikuti mereka adalah Yonex Thailand Terbuka dan Toyota Thailand Terbuka, Januari lalu. Di All England, Greysia/Apriyani gagal tanding karena seluruh tim Indonesia dipaksa mundur kala itu. Malaysia dan Singapura Terbuka juga batal digelar karena pandemi Covid-19 yang kembali mengganas.  (*)

 

Ganda Putri Ingin Sumbang Medali di Olimpiade Tokyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *