Guguran lava pijar Merapi teepantau kamera thermal
Guguran lava pijar Merapi terpantau kamera thermal.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Hingga Selasa, 05 Januari 2021, aktivitas vulkanik Gunung Merapi terpantau masih tinggi. Peningkatan aktivitas terpantau dari data kegempaan dan deformasi sejak 22 Desember 2020. Manifestasi dari peningkatan aktivitas ini telihat pada Senin malam, 04 Januari 2021, pukul 19.52 WIB, dimana terjadi guguran yang terpantau dari kamera CCTV di sisi barat daya Gunung Merapi dan kamera thermal di stasiun Panguk.

 

Sedangkan tingkat aktivitas Gunung Merapi ditetapkan di tingkat Siaga atau Level III sejak 5 November 2020, hingga saat ini. “Video dari CCTV mode nightview menampilkan pendaran sinar yang diduga adalah lava pijar. Hasil pengamatan ini didukung dengan foto DSLR (difoto oleh Pak Ranto) dan foto dari Pos Kaliurang yang menunjukkan rona merah di lokasi yang sama,” kata Kepala BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi Hanik Humaida.

“Pada tanggal 4 Januari 2021 pukul 19.50 WIB terjadi guguran yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 33 mm dan durasi 60 detik. Suara guguran terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan,”

Bertepatan dengan pengamatan kejadian tersebut, jaringan seismik Gunung Merapi merekam gempa guguran. Kepala BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi, Hanik Humaida menyatakan “Pada tanggal 4 Januari 2021 pukul 19.50 WIB terjadi guguran yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 33 mm dan durasi 60 detik. Suara guguran terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan,” kata Hanik sapaan Hanik Humaida.

 

Berkaitan hal tersebut, Hanik menyatakankan lava pijar telah muncul di dasar Lava 1997. Sinar yang teramati sebelumnya yaitu pada tanggal 31 Desember 2020 pukul 21.08 WIB, bisa jadi merupakan indikasi awal akan munculnya api diam dan lava pijar.  Hanik mengapresiasi bantuan dari para pihak yang telah berbagi informasi terkait aktivitas Gunung Merapi. “Informasi ini sangat berguna bagi pemantauan aktivitas Gunung Merapi saat ini”, ujarnya.

 

Hanik mengimbau masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan akan aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah daerah setempat, serta selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya.  Terkait dengan kejadian ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi aktivitas Gunung Merapi dimana daerah potensi bahaya masih dalam jarak maksimal 5 km dari puncak Gunung Merapi. (*)

 

Teramati Guguran Lava Pijar di Gunung Merapi
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *