Modul, ilustrasi
Modul, ilustrasi

Siarpedia.com, Sleman – Pandemi Covid-19 tidak hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga masalah pendidikan. Sekolah sebagai institusi pendidikan dipaksa oleh keadaan untuk menjalankan pendidikan dengan kondisi yang tidak disiapkan. Penutupan sekolah dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran pandemi Covid-19 yang telah menjadi kontroversial dan bermata dua.

 

Banyak upaya dilakukan, seperti pergeseran pendidikan dari tatap muka kepada daring atau pembelajaran berbasis jaringan. Laporan dan hasil survey yang dilakukan Majelis Dikdasmen PDM Sleman terhadap implemetasi sistem belajar di rumah (BDR) pada Sekolah/Madrasah Muhammadiyah daerah Sleman menunjukkan pembelajaran daring belum efektif (51%), terkendala jaringan (49,7%), keterbatasan fasilitas (64%), dan penyesuaian budaya (68,2%).

 

Bahkan yang tidak kalah penting untuk disebut adalah dampak isolasi baru, gangguan psikologis dan beban ekonomi. Problem ketidaksiapan semua pihak dalam menghadapi belajar di rumah, memuat semua pihak berupaya untuk merencanakan BDR secara sinergis dan pada akhirnya BDR bisa berkualitas. Sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai pengelola pendidikan telah melakukan diversifikasi sistem pembelajaran.

 

“Peryarikatanpun sebagai penyelenggara pendidikan menawarkan sistem pembelajaran bermodul untuk SD/MI dan SMP sebanyak 91 naskah modul. Hal ini bertujuan agar dapat menjaga mutu pendidikan dan kemauan belajar peserta didik secara mandiri serta mengurangi dampak dari pandemi Covid-19 dalam sistem pembelajaran,”

 

“Peryarikatanpun sebagai penyelenggara pendidikan menawarkan sistem pembelajaran bermodul’ untuk SD/MI dan SMP sebanyak 91 naskah modul. Hal ini bertujuan agar dapat menjaga mutu pendidikan dan kemauan belajar peserta didik secara mandiri serta mengurangi dampak dari pandemi Covid-19 dalam sistem pembelajaran,” ungkap Ary Gunawan SPd, Waka Kesiswaan dan Humas SMP Muhammadiyah 3 Depok, Rabu, 16 September 2020.

 

Modul Hibrida di launching oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Baedhowi MSi, disaksikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr H Tasman Hamami MA, Majelis Dikdasmen PWM DIY Dr H Sumedi MAg, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Drs Ery Widaryana MM, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman H Harjaka SAg SPd MA. (*)

 

Muhammadiyah Sleman Luncurkan 91 Modul Hibrida  
Tag pada:                    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *