Dikembangkan Santripreneur Berbasis BMT

Bisnis HumanioraEDU
Peserta pelatihan santripreneur.
Peserta pelatihan santripreneur.

Siarpedia.com, Bantul – Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengembangan santripreneur berbasis keperasi syariah (BMT) kepada para santri di Pondok Pesantren Ekonomi Syariah Budhi Darma Piyungan. Program tersebut dilakukan karena rendahnya literasi keuangan Syariah para santri dengan berbagai latar belakangnya, serta kurangnya fasilitas yang memadai untuk praktik keuangan Syariah.

 

Dr Ayif Fathurrahman MSI, Ketua Tim Pengabdian UMY mengatakan bahwa SMK Budi Dharma Boarding School tersebut sebenarnya telah berkomitmen untuk menjadi pesantren entrepreneurship berbasis ekonomi syariah. Namun komitmen yang kuat itu belum terealisasi dengan maksimal. Dalam hal materi pembelajaran, untuk aspek kompetensi pada lembaga keuangan mikro syariah masih belum menjadi pokok materi wajib.

 

“Pendidikan kewirausahaan atau perkoperasian syariah (BMT) belum diadakan, sehingga mereka belum memiliki motivasi dalam berwirausaha syariah melalui BMT,” jelasnya Jum’at, 7 Agustus 2020. Berkaitan masalah itulah, Ayif bersama timnya menawarkan program pendampingan untuk meningkatkan pemahaman para santri tentang BMT, melakukan praktik dan pelatihan tentang BMT untuk mendongkrak kepercayaan masyarakat.

 

Program yang dijalankan Ayif beserta timnya tersebut pun mendapatkan hasil yang memuaskan. Pemahaman para pengurus pesantren dan santri tentang BMT dan cara operasionalnya semakin meningkat. Partisipasi guru pun ikut meningkat dalam pengembangan pondok pesantren, yang berdampak pada optimalisasi potensi ekonomi melalui kegiatan pondok pesantren.

 

“Adanya pengabdian ini bisa membangun satu sistem pendidikan dan pelatihan kewirausahaan syariah yang dikenal santripreneur terintegrasi dengan pengembangan koperasi syariah atau BMT pondok pesantren. Sebagai wahana pengembangan karakter kemandirian santri. Selaras dengan keinginan pondok ini, menjadi pesantren entrepreneur berbasis ekonomi Syariah, yang bisa mengaji, berprestasi dan mandiri,”

 

“Adanya pengabdian ini bisa membangun satu sistem pendidikan dan pelatihan kewirausahaan syariah yang dikenal santripreneur terintegrasi dengan pengembangan koperasi syariah atau BMT pondok pesantren. Sebagai wahana pengembangan karakter kemandirian santri. Selaras dengan keinginan pondok ini, menjadi pesantren entrepreneur berbasis ekonomi Syariah, yang bisa mengaji, berprestasi dan mandiri,” ucapnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *