Persyarikatan Muhammadiyah
Persyarikatan Muhammadiyah.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) telah meluncurkan Senarai Perilaku Masa Pandemi Covid-19 (Sikuvid) dan Senarai Kecemasan Diri Masa Pandemi Covid-19 (Sikevid). Alat yang difungsikan sebagai alat untuk mengukur kondisi kesehatan fisik dan psikis masyarakat, ini dilucurkan di Yogyakarta pada Sabtu, 25 April 2020.

 

 “Muhammadiyah melalui MCCC terus bergerak aktif dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda Indonesia. MCCC ini dibentuk pada 5 Maret 2020 oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof  Haedar Nashir sebagai wujud nyata aksi persyarikatan dalam membantu umat,”

 

“Muhammadiyah melalui MCCC terus bergerak aktif dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda Indonesia. MCCC ini dibentuk pada 5 Maret 2020 oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof  Haedar Nashir sebagai wujud nyata aksi persyarikatan dalam membantu umat,” ungkap Tim Media MCCC PP Muhammadiyah Budi Santoso, Minggu, 26 April 2020.

 

Ia menyatakan, salah satu program MCCC adalah Layanan Dukungan Psikososial (LDP) secara daring dengan melibatkan 60 psikolog dari perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia dan jangkauan dari Aceh sampai Papua.  LDP diluncurkan 30 Maret 2020 dan 1 April 2020 LDP sudah beroperasi. Model layanan berupa konseling daring setiap Senin-Ahad dengan teknis seorang psikolog menangani seorang klien dalam durasi waktu 30 menit.

 

“Layanan ini dapat dilakukan hingga tiga kali konsultasi atau sesuai kebutuhan dan bersifat gratis. Hingga sudah ada 68 orang yang melakukan konsultasi ke LDP, dengan rincian 63 WNI dan 8 WNA. Mayoritas permasalahan yang dikonsultasikan terkait Covid-19 dan berdampak pada kondisi kejiwaan sehingga menyebabkan depresi bahkan ada yang ingin bunuh diri,” ungkapnya.

 

Menindaklanjuti hasil dari LDP,  diluncurkanlah Sikuvid dan Sikevid, berupa alat untuk mengukur kesehatan fisik dan pikis masyarakat. Alat ini berupa cheklist/senarai yang dapat digunakan relawan secara fleksibel dan mandiri  dengan tetap menghormati etika profesi yang berlaku, serta tidak harus diberikan psikolog. Alat ini dibuat karena program preventif promotif dan kuratif yang muncul di lapangan berkaitan psikologis masyarakat. (*)

 

Diluncurkan Sikuvid-Sikevid Layanan Psikis Warga  
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *