Liga Dihentikan Sesuai Status Tanggap Darurat BNPB

NewsLINE SportBUGAR
Persib Vs PSS
Pertandingan Persib Vs PSS pada pekan ke 3.

Siarpedia.com, Jakarta – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 dalam status keadaan tertentu darurat bencana virus Corona (Covid) 19. Dalam SK tertanggal 27 Maret 2020 ini menimbang arahan Presiden Joko Widodo, Maklumat Kapolri, SK Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang perpanjangan status darurat bencana.

 

Juga mempertimbangkan masukan dan saran Komite Eksekutif (Exco), PT Liga Indoensia Baru (LIB), serta klub peserta Shopee Liga 1 dan Liga 2. “Saya selaku Ketua Umum PSSI memutuskan, PSSI menetapkan Maret, April, Mei dan Juni adalah status keadaan tertentu darurat bencana penyebaran Covid 19 di Indonesia, maka status ini disebut keadaan kahar atau force majeure,” kata Ketum PSSI Mochamad Iriawan seperti dilansir laman PSSI, Sabtu, 28 Maret 2020.

 

Karenanya, klub peserta Shopee Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang disepakati antara klub dan pemain, pelatih serta ofisial atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja. “Dengan ini saya memutuskan menunda gelaran kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 sampai dengan 29 Mei 2020,” ucapnya.

 

Dikatakan, apabila status keadaan tertentu darurat bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah, maka PSSI menginstruksikan PT LIB untuk dapat melanjutkan Shopee Liga 1 dan Liga 2 terhitung mulai 1 Juli 2020. Namun, apabila pemerintah memperpanjang status darurat bencana setelah 29 Mei dan PSSI memandang belum cukup ideal untuk melanjutkan kompetisi, maka Shopee Liga 1 dan Liga 2 musim ini akan dihentikan.

 

Sedangkan hal-hal teknis, termasuk penjadwalan, sistem dan format kompetisi, kewajiban klub pada pihak ketiga, promosi dan degradasi, akan saya atur kemudian pada surat keputusan terpisah. “Kita semua harus berbesar hati. Ini adalah kondisi darurat yang melanda umat manusia di dunia. Mari kita saling bergandeng tangan, tanpa saling menyalahkan. Jika kita kompak dan bersatu, kita akan kuat, bersama melewati ujian ini. Amin,” jelas Iriawan.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *