NIKAH BARENG PITULASAN – Usai Akad Nikah, Pengantin Ikut Lomba Makan Kerupuk

Siarpedia.com, Yogyakarta – Empat calon pasangan pengantin dinikahkan bersamaan pada Nikah Bareng Pitulasan. Acara ini dilaksanakan Minggu, 7 Agustus 2022 di Balai RW 13 Malangan Giwangan Umbulharjo Kota Yogyakarta. Sebelumnya, keempat calon pengantin ini telah prewedding, vaksinasi booster dan fashion show di Giwangan, 28 Juli lalu. Acara ini kerjabareng FORTAIS Indonesia Sewon dan Karang Taruna Malangan Yogyakarta.
Kali ini konsep yang kami usung perayaan pitulasan berupa pawai manten pitulasan dan menikah di mobil Perpusda Yogya,”
Berbeda dengan pernikahan massal umumnya, Nikah Bareng Pitulasan mengangkat tema ‘Merajut Hati, Mencerdaskan Bangsa, Pantang Menyerah untuk Indonesia’ mengusung lomba makan kerupuk bagi pengantin baru yang berpartisipasi. “Kali ini konsep yang kami usung perayaan pitulasan berupa pawai manten pitulasan dan menikah di mobil Perpusda Yogya,” kata Ketua FORTAIS yang juga ketua Panitia Nikah Bareng RM Ryan Budi Nuryanto SE.
Karena di bulan Agustus 2022 bertepatan Kemerdekaan RI, konsep yang diusung Perayaan Tujuh Belasan ala Kampung. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan Ketua RT 38 dan Ketua Nikah Bersama Nasional RM Ryan Budi Nuryanto. Dilanjutkan sambutan ketua RW 13 yang diwakili Sofwan SSos dan oleh Plt Walikota Yogyakarta yang diwakili oleh Sekretaris Kota Yogyakarta Ir Aman Yuriadijaya.
Dalam Nikah Bareng Pitulasan, calon pengantin dikirab menuju Balai RW 13 Malangan sejauh 500 meter dengan naik angkong. Sebagai cucuk lampah komunitas sepeda onthel Pojok dengan kostum pejuang, 2 pejuang dengan naik egrang dan 3 gadis belia berbusana jawa dan make up artis serta anak-anak usia TK hingga SLTA nampak gembira menyanyikan lagu-lagu perjuangan di sepanjang jalan dengan mengusung replika Tugu Jogja.
Baca Juga ; Tim PKM UNY Berikan Pelatihan Bagi Pengrajin Genteng di Godean
Sedang prosesi akad nikah dipimpin Kepala KUA Umbulharjo H Handdri Kusuma SAg MSI dan Drs Suparman (penghulu), M Fauzan Fakhulloh SHI (penghulu) secara bergantian. Mas kawin untuk pengantin pun unik yakni berupa seperangkat alat sholat dan buku perjuangan dengan pengikat cincin kawin batu merah putih bertuliskan 77 sebagai simbol HUT RI tahun ini. (*)
(tim siarpedia.com)
