Dongkrak Nilai Jual Kelapa, UMBY Latih Warga Bikin VCO

Dongkrak Nilai Jual Kelapa, UMBY Latih Warga Bikin VCO
Dongkrak Nilai Jual Kelapa, UMBY Latih Warga Bikin VCO

Siarpedia.com, Kulon Progo – Komoditas kelapa yang melimpah di Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo selama ini belum dimanfaatkan optimal. Warga biasanya langsung menjual kelapa dalam bentuk mentah dengan harga murah, berkisar Rp2.000 per butir. Melihat kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPS Akuntansi) Universitas Mercu Buana Yogyakarta mengambil langkah konkret.

 

Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), dengan Dosen Pendamping Lapangan, Ika Wulandari SE MM, mereka menggelar pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil, sekaligus pemanfaatan limbahnya menjadi kerupuk ampas kelapa, Sabtu (11/07/2026). Program didanai Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti ini diikuti 34 warga yang didominasi ibu-ibu Padukuhan 4 dan 11 Depok.

 

Ketua HMPS Akuntansi UMBY, Muhammad Prilleo berharap, melalui inovasi ini masyarakat mampu menghasilkan produk turunan kelapa bernilai ekonomi tinggi. Pada sesi praktik, Ketua PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY, sekaligus narasumber, Zenobius Meo Pasu mendampingi warga dalam pembuatan VCO menggunakan metode alami tanpa pemanasan. Prosesnya dimulai dengan memarut daging kelapa tua, diperas menjadi santan.

 

Baca Juga ; UMBY Geliatkan Ekonomi Warga dengan Olah Abon Lele  

 

Santan tersebut didiamkan satu malam hingga terbentuk pemisahan alami antara air, krim dan minyak murni. Lapisan minyak murni (VCO) inilah yang dipanen secara hati-hati agar nutrisinya terjaga. “Kami berharap masyarakat mampu melihat potensi besar dari komoditas kelapa. Pengolahan kelapa menjadi VCO dan produk turunannya membuka peluang usaha baru serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga berkelanjutan,” ujar Zenobeus.

 

Tak berhenti pada minyak kelapa, tim mahasiswa juga memperkenalkan konsep zero waste melalui pemanfaatan ampas kelapa sisa pembuatan VCO. Anggota tim mahasiswa, Erika Upik Wangge, memperagakan langsung cara mengolah ampas tersebut menjadi kerupuk yang gurih dan bernilai jual. Ampas kelapa dicampur dengan tepung tapioka, terigu, dan bumbu dapur, lalu dikukus, diiris tipis, dijemur, hingga siap digoreng. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan