Lewat ‘Roda Sehat’, UMBY Latih Kader PKK Kelola Stres Ekonomi

Lewat 'Roda Sehat', UMBY Latih Kader PKK Kelola Stres Ekonomi
Lewat ‘Roda Sehat’, UMBY Latih Kader PKK Kelola Stres Ekonomi

Siarpedia.com, Gunungkidul – Guna memperkuat peran komunitas dalam kesehatan keluarga dan ketahanan ekonomi, tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Prodi Keperawatan Poltekes Permata Indonesia menggelar edukasi interaktif di Balai Dukuh Gunungsari, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Minggu (5/7/2026).

 

Kegiatan PkM ini menyasar 55 kader dan anggota kelompok PKK setempat. Mengusung tema “Penguatan PHBS Rumah Tangga & Peningkatan Kesejahteraan Psikologis melalui Roda Sehat dan Tangga Bahagia”, program pengabdian kepada masyarakat ini hadir sebagai solusi kreatif untuk mengatasi tantangan literasi kesehatan dan psikososial di tingkat rumah tangga.

 

Tim UMBY diinisiasi Prof Dr Alimatus Sahrah MSi MM bersama Rani Rengganis MSi PhD dan Davita Variani SPsi MPsi Psikolog. Sementara tim Poltekes Permata Indonesia diwakili Dr Amalina Tri Susilani SSiT MPH, Harpeni Siswatibudi SPsi MPH dan Dwi Ratnaningsih SST MPH. Prof Alimatus menjelaskan, kegiatan ini menjawab tantangan nyata di masyarakat terkait pentingnya literasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pencegahan stunting.

 

Baca Juga ; UMBY Geliatkan Ekonomi Warga dengan Olah Abon Lele  

 

Bukan hanya itu, juga sekaligus membekali keluarga dengan kemampuan psikososial menghadapi tekanan ekonomi. “Kami melihat kelompok PKK memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan penggerak kesehatan keluarga. Melalui media permainan edukatif, edukasi PHBS serta manajemen stres finansial menjadi lebih partisipatif, mudah dipahami, dan menyenangkan dibanding sekadar metode ceramah konvensional,” ujar Prof. Alimatus.

 

Inovasi pertama, “Roda Sehat” dipaparkan Amalina. Media ini untuk memperkuat pemahaman 10 indikator PHBS, mencakup persalinan oleh tenaga kesehatan, ASI eksklusif, penimbangan di posyandu, air bersih dan jamban sehat, cuci tangan, pemberantasan jentik nyamuk, konsumsi buah-sayur, aktivitas fisik harian hingga larangan merokok. Inovasi kedua, “Tangga Bahagia”, media edukasi psikososial-finansial berbasis experiential learning. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan