Mahasiswa Psikologi UMBY Eksplorasi Sejarah dan Konservasi Alam di Malaysia  

Mahasiswa Psikologi UMBY Eksplorasi Sejarah dan Konservasi Alam di Malaysia
Mahasiswa Psikologi UMBY Eksplorasi Sejarah dan Konservasi Alam di Malaysia

Siarpedia.com, Yogyakarta – Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta terus mendorong mahasiswanya untuk memiliki wawasan global yang komprehensif. Melalui program Student Mobility, delegasi mahasiswa UMBY melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Malaysia, diantaranya Tuanku Bainun Library, Edu Forest Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), dan Muzium Pendidikan Nasional pada Senin, 08 Juni 2026.

 

Menariknya, kunjungan ini tidak hanya sebatas bertukar pikiran di dalam ruang kelas. Rombongan mahasiswa UMBY mencatatkan kesan mendalam saat menjadi salah satu kelompok mahasiswa asing pertama yang berpartisipasi langsung dalam menanam pohon di Explore Edu Forest, kawasan hutan edukasi yang dikelola UPSI. Pengelola Edu Forest UPSI, Encik Amin, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif mahasiswa UMBY.

 

Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda lintas negara terhadap pelestarian lingkungan. “Setiap pohon yang ditanam merupakan simbol kepedulian dan kontribusi kecil yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di masa mendatang. Kami bangga rombongan UMBY menjadi salah satu mahasiswa asing pertama yang melakukan konservasi di sini,” ungkapnya.

 

Baca Juga ; Lewat Fun Literacy Activities, Mahasiswa BK UMBY Bawa Keceriaan di Panti Asuhan

 

Koordinator Kegiatan Student Mobility UMBY, Nanda Yunika Wulandari MPsi Psikolog menjelaskan program ini dirancang agar mahasiswa bisa berinteraksi secara global dan mengimplementasikan ilmunya. Selain terjun ke alam, mahasiswa juga diajak menyelami sejarah dan teknologi pendidikan di Negeri Jiran. Mereka mengunjungi Digital Library dan Tuanku Bainun Library serta menelusuri jejak sejarah di Muzium Pendidikan Nasional .

 

Nanda menjelaskan interaksi dengan ekosistem pendidikan berbasis teknologi, sekaligus sebagai refleksi perjalanan sejarah pendidikan, sehingga membantu mengembangkan critical thinking, fleksibilitas kognitif, cross-cultural awareness, yaitu kemampuan memahami dan menghargai perbedaan sistem, nilai dan praktik pendidikan di berbagai budaya. Kompetensi pembejalaran luar kelas akan menjadi bekal penting bagi calon sarjana psikologi. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan