Tim Dosen UMBY Luncurkan LMS ‘sdmustika.id’ di SD Muhammadiyah Senggotan

Siarpedia.com, Yogyakarta – Dunia pendidikan dasar saat ini dituntut bergerak cepat meninggalkan metode pembelajaran konvensional demi melahirkan generasi yang adaptif terhadap teknologi. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) meluncurkan program transformasi digital di SD Muhammadiyah Senggotan, Bantul, Yogyakarta.
Program bertajuk “Pendampingan Literasi Digital dan Pengelolaan Platform Edutech Berbasis Web bagi Guru” ini didanai oleh hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Berlangsung secara berkelanjutan selama delapan bulan (April–November 2026), program ini menggandeng 12 guru inovatif sebagai mitra strategis sekolah.
Tim pengabdian di ketuai oleh Dr. Rila Setyaningsih, S.Kom.I., M.S.I. (pakar literasi digital), dengan anggota Albert Yakobus Chandra, S.Kom., M.Eng., MTA., MCE., MCF. (pakar sistem informasi), dan Rahma Novita Alim Putri, S.Sos., M.A. (akademisi broadcasting). Tak hanya dosen, program ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMBY, yaitu Afit Setyo Nugroho dan Naili Inayah Wulandari.
Baca Juga ; Dorong Omzet UKM di Bantul, Dosen UMBY Beri Pelatihan Digital Marketing
Ketua Tim Pengabdian UMBY, Dr Rila Setyaningsih menegaskan adopsi teknologi di sekolah dasar bukan lagi sekadar opsi, melainkan keharusan untuk menjembatani gaya belajar generasi masa kini. “Kami mengembangkan platform sdmustika.id agar sekolah memiliki sistem mandiri. Melalui pendampingan yang berjalan hingga November, kami berkomitmen memastikan platform ini menjadi ekosistem belajar yang hidup dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebelum adanya program ini, SD Muhammadiyah Senggotan menghadapi kendala dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila yang melek teknologi. Meski memiliki potensi SDM pendidik usia produktif tinggi, hal tersebut belum berbanding lurus dengan kualitas konten pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi tim UMBY, ada 85% guru masih terjebak pada penggunaan buku teks fisik, dan 15% sisanya menggunakan slide presentasi statis. (*)
(tim siarpedia.com)
