Raih Hibah BIMA 2026, Tim PkM UMBY Optimalkan Limbah Kakao

Siarpedia.com, Kulon Progo – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Agroteknologi Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) meraih pendanaan hibah Program BIMA Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026. Tim ini diketuai oleh Ir Reo Sambodo SP MMA dengan beranggotakan Ir Wafit Dinarto MSi MCE dan Nanda Mei Istiqomah SP MP.
Dalam pelaksanaannya, Tim PkM UMBY ini menggandeng Kelompok Tani ‘Sido Dadi’ di Dusun Tompak, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Prestasi ini diwujudkan melalui program pemberdayaan dengan tema ‘Pemberdayaan Masyarakat berbasis Teknologi Tepat Guna dalam Pengolahan Limbah Kakao menjadi Produk Pertanian Berkelanjutan Bernilai Ekonomi di Giripurwo Kulon Progo’.
Ketua Tim PkM UMBY, Reo Sambodo menjelaskan inisiatif ini lahir dari melimpahnya limbah kulit Kakao di wilayah tersebut yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. “Wilayah Giripurwo merupakan salah satu penghasil Kakao potensial, namun kulit buahnya kerap dibuang begitu saja. Ini adalah peluang kami sebagai akademisi untuk memberikan pelatihan pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal,” terang Reo.
Baca Juga ; Dosen UMBY Latih Siswa SMK Perkebunan MM 52 Olah Gulma Siam Jadi Pupuk
Reo berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan meningkatkan nilai ekonomi limbah kulit Kakao. Bertempat di kediaman ketua Kelompok Tani Sido Dadi pada Minggu, 24 Mei 2026, tim ini berhasil menggelar pemberdayaan sekaligus pelatihan. Pada kesempatan tersebut, Wafit Dinarto menguraikan pemanfaatan limbah Kakao menjadi produk pertanian yang bernilai guna, seperti kompos, pupuk organik cair (POC), dan biopestisida.
Tim PkM UMBY menghadirkan Fakhrusy Zakariyya SP MSc dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Ia menekankan pentingnya penerapan teknik budidaya yang baik, kualitas hasil panen, keberlanjutan usaha tani Kakao. Produktivitas dan kualitas hasil panen ditingkatkan melalui penggunaan bibit unggul, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama-penyakit secara terpadu. Proses panen, fermentasi dan pengeringan yang tepat juga penting. (*)
(tim siarpedia.com)
