Rangkaian Hydroplus Sirkuit Nasional A 2026 Dimulai

Rangkaian Hydroplus Sirkuit Nasional A 2026 Dimulai
Rangkaian Hydroplus Sirkuit Nasional A 2026 Dimulai

Siarpedia.com, Surabaya – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia membuka rangkaian Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026 pada 13–18 April 2026. Kejuaraan ini digelar di GOR Sudirman sebagai lapangan utama, GOR Suryanaga dan GOR MERR sebagai lapangan pendamping. Seri pembuka Sirkuit Nasional 2026, turnamen mempertandingkan 15 nomor dari sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

 

Seluruh nomor dipertandingkan pada kelompok usia remaja U-17, taruna U-19 dan dewasa. Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah dan mendapat dukungan penuh dari sponsor. Surabaya bukan kali pertama menjadi tuan rumah ajang ini. Dalam tiga edisi sebelumnya, yakni 2023, 2024 dan 2025, Kota Pahlawan sukses menyelenggarakan Sirkuit Nasional A. Tahun ini, 1.106 atlet dari 240 klub di seluruh Indonesia turut ambil bagian.

 

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menyampaikan bahwa persiapan penyelenggaraan telah berjalan dengan baik. “Kota Surabaya memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan event besar. Secara keseluruhan, persiapan Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026 sudah siap. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan ajang ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Ricky.

 

Baca Juga ; UMKM DIY Didorong Melek Sertifikasi Halal Jelang Wajib Halal 2026  

 

Sementara Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Adi Nugroho menyampaikan kesiapan tuan rumah dalam menyambut peserta. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta tidak lepas dari posisi strategis Jawa Timur yang mudah dijangkau dari berbagai daerah di Indonesia. “PBSI Jawa Timur berupaya maksimal dalam penyelenggaraan. Kami juga menerima seluruh peserta yang mendaftar tanpa pembatasan kuota,” ungkap Adi, sebagaimana dilansir dari PBSI.

 

Sebagai seri pertama di 2026, banyak klub besar ingin memaksimalkan potensi atletnya. Akses menuju Jawa Timur yang relatif mudah menjadi salah satu faktor pendukung. Dari sisi teknis, menaruh perhatian pada efisiensi jadwal dan optimalisasi penggunaan lapangan. “Kami belajar dari penyelenggaraan sebelumnya untuk memaksimalkan waktu pertandingan serta penggunaan tiga GOR,” tambah Adi. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan