Tingkatkan Kerja Sama, UMBY Genjot Kemitraan Berbasis Dampak

Siarpedia.com, Yogyakarta – Universitas Mercu Buana Yogyakarta terus memacu kualitas tata kelola kelembagaannya. Melalui Workshop Penguatan Tata Kelola Kerja Sama bertajuk ‘Peningkatan Kerja Sama Internasional dan Dukungan Dunia Usaha’ pada Selasa (15/9/2026) di Ruang Seminar Kampus 1 UMBY. Biro Kerja Sama dan Humas UMBY menegaskan komitmen untuk mentransformasi dokumen kemitraan menjadi program nyata berdampak.
Langkah ini menjadi krusial mengingat tantangan perguruan tinggi tidak lagi sebatas mengumpulkan dokumen kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU), melainkan pembuktian luaran nyata bagi akreditasi, reputasi global dan kualitas lulusan. Ketua Dies Natalis UMBY Ke-40, Prof Dr Ir Ch Lilis Suryani MP menekankan pentingnya indikator keberlanjutan dan dampak dari setiap kerjasama.
Prof. Lilis berharap melalui workshop ini, UMBY dapat melahirkan regulasi tata kelola kemitraan yang lebih selektif dan akuntabel. “Tujuan utama tata kelola yang baru ini adalah memastikan setiap kerja sama menghasilkan dampak yang dapat dilaporkan secara kuantitatif dan kualitatif. Lembaga administrasi membutuhkan bukti dan format laporan jelas, bukan sekadar pelaporan bahwa kegiatan itu ada, tetapi apa hasil dan manfaat nyatanya,” ujarnya.
Baca Juga ; UMBY Dampingi Unibos Makassar Tingkatkan Mutu Publikasi
Kabag Kerja Sama Luar Negeri Universitas Ahmad Dahlan, Afit Istiandaru SPd MPd sebagai narasumber, soroti fenomena penumpukan dokumen kerja sama yang berakhir tanpa implementasi. Sedang Christina Angelina Puspitasari SIKom, Divisi Kerja sama Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), mengungkap adanya kebutuhan untuk menemukan dokumen yang berkembang menjadi kebutuhan untuk mengelola seluruh siklus kerja sama.
“Adapun prinsip kerja sama yang diterapkan antara lain Strategic Partnership, kemitraan yang selaras dengan strategi dan tujuan institusi; Mutual Benefit, memberikan nilai tambah bagi semua pihak; Sustainability, berorientasi pada hubungan dan program jangka panjang; Accountability, dikelola transparan, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, Impact Oriented, menghasilkan luaran dan dampak nyata,” papar Christina Angelina Puspitasari. (*)
(tim siarpedia.com)
