Perkuat Jiwa Psychosociopreneur, Psikologi UMBY Gelar ICW Part 4

Perkuat Jiwa Psychosociopreneur, Psikologi UMBY Gelar ICW Part 4
Perkuat Jiwa Psychosociopreneur, Psikologi UMBY Gelar ICW Part 4

Siarpedia.com, Yogyakarta – Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta kembali menyelenggarakan Innovation & Creation Week (ICW) Part 4 pada 14 Juli 2026 di Ruang Publik Fakultas Psikologi, Kampus 1 UMBY. Even ini diharap sebagai ruang refleksi, inspirasi dan kolaborasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan semangat sociopreneurship yang berkelanjutan.

 

Ketua panitia, sekaligus Kepala Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi UMBY, Nanda Yunika Wulandari MPsi Psikolog mengemukakan ICW merupakan agenda rutin. Mengusung tema “From Vision to Impact: Innovation and Creation for Sustainable Sociopreneurship”, kegiatan ini mengajak peserta untuk memahami setiap perubahan besar selalu berawal dari visi, kepedulian dan keberanian untuk memulai langkah kecil bermakna.

 

Kegiatan ini diikuti 10 kelompok mahasiswa Pendidikan Profesi Psikolog Angkatan 4, tiap  kelompok beranggotakan 5 mahasiswa.  Rangkaian ICW Part 4 terdiri dari pembukaan, talk show dan unjuk karya. Dalam sesi talk show, peserta mendapatkan kesempatan mendengarkan perjalanan lahirnya Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi UMBY bersama Reni Yuniasanti MPsi PhD Psikolog, Dekan Fakultas Psikologi UMBY.

 

Baca Juga ; Tiga Dosen Psikologi UMBY Tampil di ICAEPSS 2026 di Australia

 

Dalam paparannya, Reni yang juga salah satu penggagas laboratorium itu menjelaskan konsep psychosociopreneur tidak lahir dari satu individu, melainkan proses panjang yang melibatkan berbagai diskusi, masukan berbagai pihak, penyesuaian visi dan misi universitas. “Kita membutuhkan lulusan yang tidak hanya berhasil untuk dirinya sendiri, tapi mampu membuka lapangan kerja, mandiri serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Reni menekankan bahwa mahasiswa tidak perlu langsung berpikir untuk mengubah dunia. Perubahan besar dapat dimulai dari proses-proses sederhana yang dijalani dengan integritas dan komitmen penuh. “Tidak perlu terburu-buru untuk mengubah dunia. Mulailah dari langkah kecil, jalani setiap proses dengan baik dan tepat. Dari sesuatu yang tampak sederhana, akan lahir dampak yang bermakna,” tuturnya. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan