Tim PkM Agroteknologi UMBY Bekali Siswa SMK Teknologi Pertanian Modern

Siarpedia.com, Yogyakarta – Sektor pertanian tak lagi sekadar identik dengan cangkul dan kini sudah banyak transformasi digital. Kondisi ini dioptimalkan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Agroteknologi Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bersinergi dengan Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan.
Kedua kampus tersebut pun menggelar pelatihan teknologi pertanian modern bagi guru dan siswa SMK Pertanian Hamong Putera Sleman, Kamis-Jumat, 18-19 Juni 2026. Kegiatan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Agroindustri dan SMK Hamong Putera Pakem Sleman ini bertemakan “Pengenalan dan Pelatihan Teknologi Pertanian Modern untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dan Siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura”.
Tim PkM yang diinisiasi Ir Wafit Dinarto MSi MCE ini beranggotakan Dr Ir Dian Astriani SP MP, Dr Ana Amiroh SP MP (UNISDA) dan Kris Winarsih Safitri SP MSc. Ketua PkM, Wafit Dinarto menegaskan generasi muda pertanian harus dibekali keterampilan yang selaras dengan perubahan teknologi. Berbagai teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things, drone pertanian, sistem irigasi otomatis hingga aplikasi digital untuk pemantauan tanaman.
Baca Juga ; Tim Dosen UMBY Luncurkan LMS ‘sdmustika.id’ di SD Muhammadiyah Senggotan
Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif, Wafit Dinarto memaparkan sejumlah materi mutakhir yang relevan dengan industri pertanian masa kini, diantaranya pengenalan konsep pertanian presisi (precision agriculture), penggunaan drone untuk pemantauan lahan dan tanaman, pemanfaatan sensor lingkungan untuk mendukung pengambilan keputusan budidaya, serta penerapan teknologi digital dalam manajemen usaha pertanian.
“Pemakaian drone memudahkan petani memantau lahan dan tanaman secara cepat, akurat, dan efisien. Melalui foto serta video dari udara, kondisi tanaman dapat dipantau secara menyeluruh sehingga potensi masalah seperti kekeringan, kekurangan hara, serangan hama atau penyakit dapat dideteksi lebih dini. Teknologi ini membantu petani mengambil langkah penanganan yang tepat untuk menjaga produktivitas pertanian,” ungkap Wafit Dinarto. (*)
(tim siarpedia.com)
