UMBY Fasilitasi Konseling Psikologi Gratis untuk Kader Jiwa Lentera

Siarpedia.com, Yogyakarta – Dalam upaya nyata mewujudkan kesehatan mental komunitas yang komprehensif, Program Lentera (Layanan Terpadu Kesehatan Mental Warga) Sedayu Bantul berkolaborasi dengan Pemerintah Kapanewon Sedayu menyelenggarakan “Layanan Terpadu Kesehatan Mental Warga Sedayu” di Aula Kapanewon setempat pada Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini diinisiasi dan difasilitasi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang terdiri dari akademisi dan praktisi psikologi, yakni Dr Sheilla Varadila Peristianto SPsi MPsi Psikolog, Reny Yuniasanti MPsi PhD Psikolog dan Dr M Wahyu Kuncoro MSi. Fokus utama dari kegiatan ini adalah penyediaan fasilitas Konseling Gratis Bersama Psikolog Umum bagi Kader Jiwa Lentera.
Sebagai Ketua Tim, Sheilla menyampaikan kader jiwa yang kesehariannya mendampingi warga masyarakat sangat rentan dengan kelelahan psikologis. Pihaknya memberikan kesempatan bagi para kader Jiwa Lentera untuk berkeluh kesah dalam sesi konseling gratis bersama Psikolog Umum ini. Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Sedayu, Budi Mulyani, S.H memberikan tanggapan positif akan layanan konseling gratis dari Psikolog umum ini.
Baca Juga ; PkM Psikologi UMBY Latih Orang Tua Kelola Emosi Anak Lewat Terapi Bermain
Mengusung visi edukasi dan intervensi langsung, layanan konseling ini dirancang untuk mendukung pencegahan dan penanganan awal berbagai masalah psikososial di masyarakat. Namun, hal yang membuat layanan berbasis komunitas ini istimewa adalah pendekatan profesional dan terukur yang diterapkan Tim PkM UMBY. Sheilla menjelaskan setiap sesi konseling tak sekadar ruang cerita, melainkan didukung asesmen psikologis terstandar.
Tim psikolog menggunakan dua parameter utama, yaitu: 1). Skala Kesejahteraan (WHO-5), untuk mengukur tingkat energi, ketenangan dan antusiasme klien dalam menjalani kehidupan sehari-hari selama dua minggu terakhir dan 2). Skala Kondisi Klien (Outcome Rating Scale/ORS) untuk memotret secara holistik kondisi diri klien, hubungan dengan orang terdekat (keluarga/pasangan), dinamika kehidupan sosial hingga kondisi keseluruhan. (*)
(tim siarpedia.com)
