Apem Beras, Legitnya Jajanan Lawas Ini
Apem Beras, Legitnya Jajanan Lawas Ini

Siarpedia.com, Yogyakarta –  Salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan hingga kini ialah apem beras. Jajanan tradisional yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan memiliki nilai historis serta budaya yang kuat, terutama di pulau Jawa. Di DIY sendiri, kuliner tradisional ini pun eksis menjadi bagian dalam tradisi keagamaan dan adat. Bahkan, legit dan sensasi gurihnya jajanan lawasan ini menjadi incaran pecinta kuliner.

 

Seperti, hadir dalam tradisi Ngapem yang dilakukan setahun sekali oleh Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tingalan Jumenengan Dalem (peringatan naik takhta Sultan). Pun, dalam tradisi Ruwahan Apem yang biasanya digelar menjelang bulan Ramadan. Kata apem itu sendiri diyakini berasal dari bahasa Arab, yaitu “afuum” atau “affuwun” yang memiliki arti ampunan.

 

Dikutip dari berbagai sumber, dalam tradisi Jawa, apem memiliki filosofi, yaitu ‘memohon ampunan kepada sang pencipta’. Karena itu, apem masih lekat digunakan sebagai perwujudan simbol dalam ritual upacara tradisional Jawa, seperti syukuran, upacara selama kehamilan, sunatan, pernikahan hingga upacara kematian. Saat ini, keberadaan camilan lawas bercitarasa manis dan gurih ini masih sering dijumpai di pasar-pasar tradisional.

 

Baca Juga ; Jawab Tantangan Global, Fakultas Agroindustri UMBY Gelar Lokakarya  

 

Apem beras ini terbuat dari tepung beras, kelapa parut, santan, telur, dan gula pasir. Tekstur parutan kelapa di dalam kue yang gurih manis, membuat apem beras ini menjadi istimewa. Seiring waktu, apem beras juga mengalami inovasi dan kreasi, termasuk soal rasa. Kini, apem beras bukan saja berasa gurih manis saja, namun sejumlah penjual mengkreasikannya menjadi apem beras rasa coklat, rasa gula merah, bahkan ada apem beras rasa keju.

 

Makanan tradisional apem beras ini bahkan menjadi salah satu kuliner ikonik di Pasar Ngasem yang ramai diburu oleh para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Apem beras diproduksi menggunakan peralatan tungku berbahan bakar arang, sebuah metode yang diyakini berpengaruh pada aroma dan tekstur khas apem beras. Harga satu apem beras ini pun terjangkau, Rp 4.000,00. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan