BPOM Libatkan UMBY Guna Jaga Keamanan Pangan Nasional

BPOM Libatkan UMBY Guna Jaga Keamanan Pangan Nasional
BPOM Libatkan UMBY Guna Jaga Keamanan Pangan Nasional

Siarpedia.com, Yogyakarta – Baru-baru ini Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menerima kunjungan dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (PMPUPO BPOM). Pertemuan ini berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Agroindustri pada Kamis, 18 September 2025. Kunjungan tersebut berfokus pada diskusi terkait adanya program Sapa Kampus dari BPOM.

 

Turut hadir Kabiro Kerja Sama dan Humas, Kabiro Akademik, Kabiro Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Agroindustri, kaprodi Fakultas Agroindustri, perwakilan tim KKN UMBY dan Direktur PMPUPO BPOM Agus Yudi P SFarm Apt MM beserta jajarannya. “Meski UMBY dan BPOM belum memiliki legalitas kerja sama, tapi tidak menutup untuk terjalinnya kolaborasi,” ungkap Kabiro Kerja Sama dan Humas UMBY Widarta SE MM CDMP.

 

Widarta menambahkan, UMBY menyambut baik setiap kolaborasi guna meningkatkan kebermanfaatan UMBY di berbagai sektor, sehingga mencerminkan filosofi UMBY yaitu Angudi Mulyaning Bangsa, artinya berupaya membuat kemuliaan atau kesejahteraan untuk bangsa. “UMBY selalu berupaya menghasilkan lulusan kompeten sesuai bidangnya. Salah satunya ditempuh dengan mahasiswa melakukan magang langsung di dunia kerja,” ujarnya.

 

Direktur PMPUPO BPOM Agus Yudi P SFarm Apt MM mengapresiasi komitmen UMBY dan optimis bahwa kolaborasi kedua pihak ini akan menghasilkan luaran yang berkualitas untuk keamanan pangan nasional. Program Sapa Kampus merupakan program pembentukan fasilitator keamanan pangan yang disinergikan dengan program kampus berdampak yang digagas BPOM.

 

Baca Juga ; Kanwil DJP DIY dan UMBY Sepakati Kerja Sama  

 

Program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus berkontribusi dalam masyarakat, sehingga setelah lulus mampu bersaing di dunia industri. “Pembelajaran yang dirancang BPOM adalah pembelajaran di luar kelas, sehingga mahasiswa mampu belajar kritis, rasional, inovatif, sesuai kebutuhan industri yang dapat dikonversi ke dalam SKS perkuliahan,” jelasnya, (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan