PkM UMBY Optimalkan Potensi Kakao di Dusun Tompak

PkM UMBY Optimalkan Potensi Kakao di Dusun Tompak
PkM UMBY Optimalkan Potensi Kakao di Dusun Tompak

Siarpedia.com, Kulon Progo – Cokelat bukan sekadar bahan pangan dengan rasa manis yang digemari banyak orang. Di balik biji coklat yang tumbuh subur di Dusun Tompak, Kulon Progo, tersimpan potensi ekonomi keluarga dan peluang penguatan ketahanan pangan lokal jika diolah secara tepat. Sayangnya, pemanfaatan coklat sebagai produk bernilai tambah masih terbatas, terutama di tingkat rumah tangga.

 

Melihat peluang tersebut, dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menginisiasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan fokus pelatihan pengolahan coklat menjadi produk olahan pangan bernilai ekonomi. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Tompak, Girimulyo, Kulon Progo, pada Minggu (20/7/2025).

 

Dusun Tompak ini dipilih karena memiliki tanaman kakao yang berpotensi untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Kegiatan ini melibatkan dua dosen pendamping, Prof. Dr. Ir. Siti Tamaroh, M.P., dan Dr. Yuli Perwita Sari, S.TP., bersama mahasiswa Syabilla Dewi Nur Maharani, Amanda Syifa Aulia, dan Eva Rizky Lestari. Ada dua puluh ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Tompak hadir dalam kegiatan ini.

 

Para peserta mendapatkan pelatihan praktik pembuatan bolu pisang coklat, cookies coklat kacang, serta kue kering choco-nut ball yang bertujuan melatih keterampilan pengolahan coklat menjadi produk bernilai jual. Selain praktik, peserta juga memperoleh materi terkait manfaat coklat bagi kesehatan, peluang usaha pengolahan coklat, dan strategi pemasaran produk secara sederhana agar dapat menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga.

 

Baca Juga ; Kelompok Peternak Ini Manfaatkan Gulma Wedelia untuk Tingkatkan Produktivitas

 

Sementara itu, Dr. Yuli Perwita Sari, S.TP., menambahkan bahwa pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen UMBY untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi lokal di dusun tersebut. “Kami berharap ibu-ibu dapat mengembangkan keterampilan ini melalui kegiatan di Kelompok Wanita Tani (KWT) yang sudah ada,” ujarnya. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan