Ilustrasi.
Ilustrasi.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat nilai ekspor DIY pada Maret 2021 mencapai USD 47,3 juta atau naik 2,16 persen, sementara impor sebesar USD 11,8 juta atau naik 34,09 persen dibanding Februari 2021. Nilai neraca perdagangan DIY selama Maret 2021 mengalami surplus USD 35,5 juta, nilai tersebut lebih tinggi dibanding periode sama 2020 sebesar USD 24,7 juta.

 

Sebagaimana disampaikan Kepala BPS DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, nilai ekspor dari DIY mengalami kenaikan sebesar USD 1,0 juta atau 2,16 persen dibanding bulan sebelumnya USD 46,3 juta. Sementara secara kumulatif, nilai ekspor DIY dari Januari hingga Maret 2021 mencapai USD 132,5 juta atau meningkat sebesar 22,35 persen dibanding periode yang sama 2020.

 

“Tiga besar komoditas utama ekspor dari DIY pada Maret 2021 yaitu Pakaian Jadi Bukan Rajutan (62) mencapai USD 14,8 Juta, Perabot, Penerangan Rumah (94) USD 6,9 juta dan Barang-barang Rajutan (61) USD 4,0 juta,”

 

Sugeng menuturkan tiga besar negara tujuan utama ekspor barang DIY adalah Amerika Serikat (AS) dengan total nilai ekspor mencapai USD 16,2 juta, disusul Jepang dan Jerman masing-masing USD 3,6 juta. “Tiga besar komoditas utama ekspor dari DIY pada Maret 2021 yaitu Pakaian Jadi Bukan Rajutan (62) mencapai USD 14,8 Juta, Perabot, Penerangan Rumah (94) USD 6,9 juta dan Barang-barang Rajutan (61) USD 4,0 juta,” ujarnya.

 

Dikatakan, ekspor ke Uni Eropa pada Maret 2021 menunjukkan kenaikan USD 0,4 juta atau 2,99 persen dengan tiga negara utama, yaitu Jerman USD 3,6 juta, Belanda USD 2,9 juta dan Inggris USD 1,7 juta. Dilihat dari peranan, Uni Eropa mempunyai peran sebesar 29,74 persen terhadap seluruh ekspor DIY. Khusus ASEAN, tiga besar negara tujuan ekspor adalah Singapura USD 0,3 juta, Thailand USD 0,2 juta dan Vietnam USD 0,1 juta.

 

Sementara nilai impor DIY pada Maret 2021 mencapai USD 11,8 juta, naik USD 3,0 juta atau mengalami peningkatan 34,09 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi impor dari 6 negara asal barang utama mengalami kenaikan. Impor dari Papua Nugini menunjukkan kenaikan terbesar yaitu USD 2,1 juta. China merupakan negara asal barang dengan penurunan nilai impor terbesar yaitu USD 1,2 juta atau setara 32,43 persen. (*)

 

Naik, Ekspor dan Impor Barang DIY
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *