Tim UMBY Latih Petani Kulon Progo Buat Pupuk Organik dari Kulit Kakao

Tim UMBY Latih Petani Kulon Progo Buat Pupuk Organik dari Kulit Kakao
Tim UMBY Latih Petani Kulon Progo Buat Pupuk Organik dari Kulit Kakao

Siarpedia.com, Kulon Progo –  Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos berbahan dasar limbah kulit kakao di Dusun Tompak, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (19/9/2026).

 

Kegiatan di kediaman Ketua Kelompok Tani Sido Dadi, Rahardjo, diikuti 23 petani setempat. Program digelar untuk mengatasi penumpukan limbah kulit kakao di kebun warga, sekaligus memberikan solusi pemupukan ramah lingkungan dan hemat biaya. “Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program sosialisasi Good Agricultural Practices (GAP) kakao yang telah dilaksanakan sebelumnya,” kata Ketua Tim Pengabdian UMBY, Ir Reo Sambodo SP MMA

 

Dalam pelaksanaannya, Ir Reo didampingi tim dosen terdiri dari Nanda Mei Istiqomah SP MP dan Ir Wafit Dinarto MSi serta tiga mahasiswa Agroteknologi UMBY, Muhammad Iqbal, Ahmad Rifa’i dan Aminatul Hafizah. Petani dibimbing mempraktikkan pembuatan kompos padat dan pupuk organik cair. Untuk membuat kompos, kulit kakao dicacah secara manual atau menggunakan mesin, kemudian dicampur larutan dekomposer, air dan pupuk kandang.

 

Baca Juga ; UMBY dan Pemkab Nagekeo Sepakati Kerja Sama Strategis

 

Bahan tersebut disimpan dalam wadah tertutup rapat selama 1 hingga 2 bulan dengan proses pembalikan berkala setiap minggu. Sementara itu, pembuatan POC dilakukan dengan mencampur cacahan kulit kakao bersama air, gula, dan bioaktivator EM4. Proses fermentasi berlangsung selama kurang lebih dua minggu dengan pemantauan berkala dan pembuangan gas hasil fermentasi setiap harinya. Inisiatif tersebut mendapat apresiasi petani lokal.

 

Ketua Kelompok Tani Sido Dadi, Rahardjo menilai pelatihan ini memberikan wawasan baru yang langsung menjawab kebutuhan di lapangan. Hal senada diungkap Karjiman, salah satu anggota kelompok tani. Menurutnya, pemanfaatan limbah mandiri ini memangkas biaya operasional pertanian. Program pengabdian masyarakat yang didanai Kemendiktisaintek ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan