Fakultas Ekonomi UMBY dan UMB Jakarta Perkuat Kolaborasi  

Fakultas Ekonomi UMBY dan UMB Jakarta Perkuat Kolaborasi   
Fakultas Ekonomi UMBY dan UMB Jakarta Perkuat Kolaborasi

Siarpedia.com, Yogyakarta – Pertemuan strategis guna memperkuat kualitas pendidikan tinggi digelar oleh Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dan Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, Rabu (29/27/2026). Berlangsung di Ruang Sidang Ekonomi, sinergi dua institusi ini difokuskan pada implementasi nyata nota kesepahaman (MoU) untuk meraih kembali dan mempertahankan status akreditasi ‘Unggul’.

 

Dekan Fakultas Ekonomi UMBY, Dr Hasim As’ari SE MM menyambut baik kunjungan delegasi UMB Jakarta. Ia menyatakan kesiapan untuk saling belajar dan menguatkan sinergi. Hal ini, kata Hasim, sejalan dengan semboyan Fakultas Ekonomi UMBY, yakni: Satu Visi, Satu Aksi, Bersama Meraih Prestasi. Sementara itu, Kaprodi Manajemen UMBY, Rina Dwiarti SE MSi menegaskan kolaborasi dan persiapan akreditasi harus dirancang jauh hari.

 

Rina Dwiarti menggarisbawahi pentingnya mengubah kesepakatan tertulis menjadi program yang berdampak langsung bagi sivitas akademika. “Kami memiliki banyak MoU dan sedang berupaya mengimplementasikannya sebanyak mungkin agar lebih berdampak. Apalah arti banyak MoU tetapi tidak terimplementasikan,” demikian ditegaskan Rina di sela-sela pertemuan.

 

Baca Juga ; Dosen FE UMBY Gelar Pelatihan Digitalisasi Pembukuan UMKM di Sleman  

 

Sedangkan Nugraeni SE MSc menambahkan penguatan kerja sama ini merupakan bagian dari persiapan penting untuk memperbaiki sekaligus mendorong status akreditasi program studi Akuntansi menjadi ‘Unggul’. Kunjungan ini langsung merumuskan sejumlah program konkret. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMB Jakarta, Dr Nurul Hidayah MSi menyatakan kesiapannya untuk langsung mengeksekusi program kolaborasi antarkampus.

 

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mendongkrak nilai akreditasi, tetapi juga melahirkan lulusan ekonomi yang berdaya saing global dari kedua institusi. “Kolaborasi nantinya akan ada pertukaran dosen (lecture exchange), riset bersama, penyelenggaraan konferensi internasional, hingga pelibatan dosen antarkampus sebagai penguji eksternal skripsi yang linier,” kata Dr Nurul. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan