Dosen UMBY Latih Guru MAN 1 Sleman Susun Modul Deep Learning  

Dosen UMBY Latih Guru MAN 1 Sleman Susun Modul Deep Learning
Dosen UMBY Latih Guru MAN 1 Sleman Susun Modul Deep Learning

Siarpedia.com, Sleman – Tim dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mercu Buana Yogyakarta menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MAN 1 Sleman. Kegiatan ini berlangsung intensif setiap hari Jumat sepanjang Mei hingga Juni 2026. Pelatihan ini berfokus pada pengembangan bahan ajar berbasis pembelajaran mendalam (deep learning).

 

Agenda ini dipimpin oleh tim dosen UMBY yang terdiri atas Nanang Khuzaini MPd (ketua), Muhammad Irfan Rumasoreng MPd dan Arie Purwanto MSc dengan dibantu oleh tiga mahasiswa. Sebanyak 30 guru lintas mata pelajaran di MAN 1 Sleman terlibat aktif sebagai peserta. Guna mematangkan konsep tersebut, UMBY menghadirkan pakar eksternal, Dr Danuri MPd, yang merupakan dosen prodi PGSD Universitas PGRI Yogyakarta (UPY).

 

Ia mendampingi langsung para guru dalam sesi lokakarya (workshop) untuk merancang modul pembelajaran yang adaptif sesuai karakteristik bidang studi masing-masing. Dr. Danuri menjelaskan bahwa pendekatan deep learning akan membawa perubahan konkret pada ekosistem kelas, mengubah pola lama yang berpusat pada hafalan pasif menjadi pembelajaran aktif berbasis pemecahan masalah nyata.

 

Baca Juga ; Tim PkM UMBY Latih Siswa MA Madania Budidaya Hidroponik

 

Menurut Danuri, melalui pendekatan ini, pembelajaran di kelas menjadi reflektif dan mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata. Pergeseran paradigma mengajar tak lagi sekadar mengejar nilai ujian, melainkan membentuk generasi yang mampu berpikir kritis. Ketua tim PkM UMBY, Nanang Khuzaini, menyampaikan penguatan kompetensi melalui inovasi bahan ajar ini adalah langkah vital agar proses belajar mengajar di sekolah semakin efektif.

 

Langkah nyata sivitas akademika UMBY ini disambut Kepala MAN 1 Sleman, H Anis Syafa’at SAg. MPdI. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan tenaga pendidik masa kini yang dituntut tak sekadar mentransfer materi. “Pendekatan pembelajaran mendalam sangat sesuai untuk membentuk karakter, kreativitas dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) pada peserta didik,” kata Anis Syafa’at. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan