Ibadah Kurban, Waspada Sapi Glonggongan atau ‘Gemuk Air’

Siarpedia.com, Yogyakarta – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, masyarakat diimbau untuk lebih jeli dalam membeli hewan kurban. Jangan sampai hanya tergiur dengan tampilan fisik yang terlihat besar dan gemuk, atau harganya yang murah serta mengabaikan kualitas hewan. Pasalnya, ada beberapa penyakit dalam serta trik nakal pedagang yang kerap luput dari pengamatan mata awam.
Akademisi dan praktis kesehatan hewan Prodi Peternakan Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta, drh Anastasia Mamilisti Susiati MP mengingatkan bahwa hewan kurban tidak hanya harus memenuhi syarat syariat (cukup umur), tetapi juga wajib bebas dari penyakit klinis yang berat. Apalagi untuk tujuan ibadah, hewan kurban sebaiknya memiliki kualitas unggulan dari semua aspek yang dipersyaratkan agama dan kesehatan.
Baca Juga ; Serba-Serbi Hewan Kurban, Ini Tips dari Dosen Peternakan UMBY
Berikut adalah panduan praktis dan sederhana untuk mengenali hewan kurban yang tepat, sebagai berikut:
Cek Gigi (Poel) dan Refleks Mata
Sebelum melihat yang lain, pastikan hewan kurban sudah cukup umur. Cara paling mudah adalah dengan melihat giginya yang sudah tanggal atau berganti (disebut poel).
Kambing/Domba: Minimal sudah poel 1 pasang gigi (berusia 1–2 tahun).
Sapi/Kerbau: Minimal sudah poel 2 pasang gigi (berusia 2–3 tahun).
Selain umur, cek kesehatan matanya. Jangan sampai buta. Cara mengeceknya, gerakkan tangan Anda di depan mata hewan tersebut secara mendadak. Jika mata hewan itu berkedip (refleks kornea bagus), berarti matanya normal.
Waspadai Ciri-Ciri Penyakit Dalam
Hewan yang sekilas gemuk bisa jadi sedang menahan sakit. Hindari memilih hewan dengan ciri-ciri klinis berikut:
Napasnya terengah-engah atau megap-megap.
Tubuhnya terasa sangat panas (demam tinggi) dan berdiri sempoyongan.
Nafsu makan dan minumnya turun drastis.
Mengalami diare.
Keluar lendir kental atau darah dari lubang-lubang tubuh (hidung, mulut, anus).
Panduan Penyakit LSD, PPR, dan PMK
Saat ini, ada tiga jenis penyakit yang perlu diwaspadai: Lumpy Skin Disease (LSD/Cacar Sapi), Peste des Petits Ruminants (PPR/Sampar Kambing), dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Berikut panduan keabsahannya:
Jenis Penyakit
Kriteria Sah untuk Kurban
Kriteria Tidak Sah
LSD (Cacar Sapi)
Gejala Ringan: Ada benjolan di kulit, tapi belum menyebar dan belum pecah. Dagingnya masih aman.
Gejala Berat: Benjolan sudah menyebar, pecah menjadi koreng, dan merusak kulit serta daging.
PPR (Sampar Kambing/Domba)
Gejala Sub-Akut: Hewan tampak sehat, hanya demam ringan (39-40°C), tidak memengaruhi kualitas daging.
Gejala Akut/Per-Akut: Demam tinggi, lemas, sesak napas, keluar lendir keruh dari hidung, diare berdarah.
PMK
Hewan yang terjangkit PMK dagingnya tetap aman dikonsumsi, dengan syarat dimasak di air mendidih (suhu di atas 100 derajat Celsius). Namun ingat, jangan pernah mengonsumsi bagian kaki, jeroan, mulut, dan lidah dari hewan yang terkena PMK.
Cara Bongkar Trik Sapi “Gemuk Air” (Glonggongan)
Beberapa oknum peternak nakal kerap memberikan pakan tinggi garam secara berlebih atau melakukan metode glonggongan (memaksa hewan minum air sebanyak-banyaknya) agar berat badan naik secara instan. Berikut cara membedakan sapi yang padat daging dengan yang hanya ‘gemuk air’:
Sapi Glonggongan/Gemuk Air: Perutnya terlihat buncit sangat besar secara tidak wajar, hewan terlihat lemas, tidak aktif bergerak, sering kencing, bahkan dalam kondisi parah sapinya ambruk. Setelah disembelih, dagingnya sangat berair dan cepat membusuk.
Sapi Padat Daging: Tubuhnya tegap, aktif, lincah, dan saat dagingnya diraba terasa kenyal serta padat, bukan lembek berair. (*)
(tim siarpedia.com)
