Dosen UMBY Ini Jadi Tim Ahli Penyusunan Proyek Investasi Industri Unggas di Kalsel

Dosen UMBY Ini Jadi Tim Ahli Penyusunan Proyek Investasi Industri Unggas di Kalsel
Dosen UMBY Ini Jadi Tim Ahli Penyusunan Proyek Investasi Industri Unggas di Kalsel

Siarpedia.com, Yogyakarta – Dosen Prodi Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta Ir Ajat Sudrajat SPt MPt IPP terpilih menjadi salah satu tenaga ahli penyusunan Investment Project Ready to Offer Pengembangan Industri Pengolahan Unggas Terintegrasi di Tabalong, Kalimantan Selatan. Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tabalong, Rowi Rawatianice mengapresiasi kontribusi ahli UMBY ini.

 

Kegiatan penyusunan IPRO ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tabalong, dengan PT Sinergi Visi Utama. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan peta jalan investasi yang komprehensif guna mendukung program nasional Swasembada Pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Kontribusi Akademis untuk Efisiensi Industri Sebagai Tenaga Ahli Peternakan, Ajat Sudrajat membawa misi untuk mengintegrasikan standar keilmuan dengan kebutuhan industri di lapangan. Dalam studi lapangannya di Tabalong yang berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2025, ia menekankan pentingnya konsep peternakan hulu-hilir dalam satu kawasan industri peternakan.

 

Baca Juga ; Dua Dosen Psikologi UMBY Raih Insentif Artikel Berkualitas Jurnal Internasional  

 

Ajat Sudrajat dalam penyusunan IPRO tersebut melakukan forum group discussion (FGD) dengan dinas terkait, pemda, kecamatan, perusahan peternakan unggas dan pemilik lahan serta warga sekitar lokasi. Hal ini dilakukan untuk melihat potensi wilayah pengembangan peternakan dan pengolahan produk unggas, potensi SDA dan SDM untuk menunjang produksi ternak, potensi pemasaran produk dan kelayakannya.

 

FGD dilaksanakan di lingkungan kantor Bupati Tabalong, 4 November 2025 dan 15 Desember 2025. “Industri pengolahan unggas di luar Pulau Jawa masih menghadapi tantangan besar pada biaya logistik dan keterbatasan fasilitas pasca-panen. Konsep peternakan terintegrasi menjadi salah satu langkah tepat guna menghasilkan produk berkualitas dan memangkas rantai biaya produksi yang besar,” ungkapnya. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan