Nuryadi Jadi Doktor Pertama di Prodi Pendidikan Matematika UMBY  

Nuryadi Jadi Doktor Pertama di Prodi Pendidikan Matematika UMBY   
Nuryadi Jadi Doktor Pertama di Prodi Pendidikan Matematika UMBY

Siarpedia.com, Bantul Dosen Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mercu Buana Yogyakarta Nuryadi SPdSi MPd meraih gelar doktor. Ia menyelesaikan studi S3 di Program Doktor Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Kaprodi Pendidikan Matematika UMBY Nafida Hetty Marhaeny MPd mengapresiasi atas kelulusan promosi Dr Nuryadi.

 

Nuryadi mengambil disertasi dengan judul “Model Penilaian Reflective Critical Thinking Efficacy (RCTE) untuk Menganalisis Kemampuan Berpikir Kritis dan Self-efficacy pada Pembelajaran Matematika”. Disertasi tentang model penilaian RCTE tersebut berhasil dipertahankan dalam ujian tertutup pada Rabu, 03 Desember 2025 di Ruang Aula, Gedung D.12 Lantai 3 FMIPA UNNES.

 

Dalam disertasinya, Nuryadi membahas pentingnya memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan soal Matematika, sehingga siswa perlu dirangsang dan ditunjukkan dengan pemikiran terbuka dalam menganalisis dan mengidentifikasi dugaan, strategi pemecahan masalah, mengevaluasi argumen, mendukung kesimpulan, serta memvalidasi cara yang harus dilakukan.

 

Penelitian yang dilakukan Nuryadi menemukan fakta bahwa guru belum mampu mengidentifikasi ketercapaian aspek kemampuan berpikir berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Karenanya, Nuryadi mencetuskan model penilaian RCTE untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy pada pembelajaran matematika.

 

Baca Juga ;Dosen Psikologi UMBY Ini Isi Kuliah Tamu di Universitas Udayana  

 

“RCTE menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengukur ketercapaian aspek berpikir kritis ditinjau dari self-efficacy pada proses pembelajaran matematika untuk siswa SMP. Ketika diterapkan model Reflective Critical Thinking Efficacy (RCTE), diharapkan para siswa mampu memiliki kemampuan berpikir kritis karena berpikir kritis menjadi salah satu dimensi penting dalam kurikulum merdeka yang harus dikuasai,” terang Nuryadi. . (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan