Tantangan  Implementasi Pembelajaran Framework STEM

Tantangan  Implementasi Pembelajaran Framework STEM
Tantangan Implementasi Pembelajaran Framework STEM

Siarpedia.com, Yogyakarta – Seminar 9th International Conference on Research, Implementation, and Education of Mathematics and Science (9th ICRIEMS) diselenggarakan oleh FMIPA Universitas  Negeri Yogyakarta, Jumat-Sabtu, 29-30/7/22 secara daring. Seminar mengambil tema A Blend of Innovation in Future Education, Research, Synergies, and Collaborative Landscapes.

 

Pembicaranya Prof Heri Retnawati dari UNY Prof Ali Bumajdad (Kuwait University Kuwait), Prof Ahmed Jalal Khan Chowdhury (Universiti Islam Sultan Sharif Ali dari Brunei), Dr Eric Vance (University of Colorado Boulder USA), dan Dr Paed Nurma Yunita Indriyanti (UNS), Dr Adam Noel Universitas Warwick dari United Kingdom. Seminar bertema A Blend of Innovation in Future Education, Research, Synergies, and Collaborative Landscapes.

 

Heri Retnawati menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu upaya melatihkan nilai, pengetahuan dan keterampilan dimasyarakat. Seiring dengan perkembangan masyarakat yang bercita-cita mewujudkan sustainability goals development (SDG), Pendidikan merupakan suatu yang mutlak untuk dilakukan. Salah satu alternatif framework pembelajaran yang dapat dipilih adalah science, technology, engineering and math (STEM).

 

Baca Juga ; Gandeng 14 PTN/ PTS, Fakultas Ekonomi UMBY Gelar Konferensi Internasional

 

Penelitian terkait pembelajaran framework STEM telah dilakukan, namun mengimplementasikannya dalam kelas berbagai tantangan masih dihadapi. Dengan kolaborasi dan riset sinergi, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi dengan sinergi penelitian dan kolaborasi pelaku Pendidikan di masyarakat untuk mewujudkan pelaksanaan Pendidikan yang lebih baik di masa mendatang.

 

Ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk menjawab tantangan mengimplementasikan pembelajaran framework STEM. Kurikulum pembelajaran di sekolah yang khusus untuk pembelajaran STEM belum ada, bisa diatasi dengan adanya kolaborasi. Salah satu kolaborasi yang ditawarkan adalah kolaborasi penelitian model pembelajaran di sekolah dengan framework STEM,” 

 

“Ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk menjawab tantangan mengimplementasikan pembelajaran framework STEM. Kurikulum pembelajaran di sekolah yang khusus untuk pembelajaran STEM belum ada, bisa diatasi dengan adanya kolaborasi. Salah satu kolaborasi yang ditawarkan adalah kolaborasi penelitian model pembelajaran di sekolah dengan framework STEM,” ujarnya(*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: