Timbulkan Keberanian Siswa dengan Ikut Olimpiade   

HumanioraEDU NewsLINE
Timbulkan Keberanian Siswa dengan Ikut Olimpiade
Timbulkan Keberanian Siswa dengan Ikut Olimpiade

Siarpedia.com, Yogyakarta –  Kampus Mengajar merupakan program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dengan menerjunkan mahasiswa terpilih dari seluruh Indonesia untuk menjadi shadow teacher yang membantu guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Melalui program ini diharapkan terjadi peningkatan efektivitas proses pembelajaran di sekolah termasuk dalam kondisi darurat pandemi Covid-19.

 

Pembelajaran utamanya diprioritaskan pada SD di daerah terdepan, terluar dan tertinggal yang terakreditasi C. Salah satu tugas dan peran mahasiswa dalam Kampus Mengajar yaitu aktualisasi diri sesuai minat, potensi dan bidang ilmu dalam mengembangkan pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Minat adalah kekuatan pendukung yang mengakibatkan seseorang memberikan perhatian pada individu ataupun pada kegiatan khusus.

 

Baca JugaKelola Bank Sampah dengan Waste Management System

 

Minat dan bakat peserta didik digali oleh Tim Kampus Mengajar Angkatan 3 yang ditempatkan di SDN Kertasinduyasa 02 Brebes. Mereka adalah Tanti Rahayu dari Universitas Negeri Yogyakarta, Islahyati dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang dan Titi Setiyana dari Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto. Salah satu kegiatan adalah Lomba Olimpiade dan Virtual Keagamaan MTs Modern Al Azhary Ajibarang 2022.

 

Mengenali minat dan bakat peserta didik bisa dengan berbincang santai tentang apa hal yang mereka sukai atau apa hal yang mereka ingin pelajari,” 

 

SDN Kertasinduyasa 2 mengurimkan 5 peserta siswa kelas 5 yaitu Marsha mewakili Lomba MTQ, Nizaar mewakili Lomba Adzan, Hasna mewakili Lomba Pidato, Thalita mewakili Lomba Olimpiade IPA dan Bagas mewakili Olimpiade Matematika. “Mengenali minat dan bakat peserta didik bisa dengan berbincang santai tentang apa hal yang mereka sukai atau apa hal yang mereka ingin pelajari,” kata Tanti Rahayu.

 

Tanti mengatakan meskipun belum meraih juara, setidaknya mengikutsertakan peserta didik dalam perlombaan menjadi media penyalur minat dan bakat mereka. Hal tersebut penting dalam dunia pendidikan. Melalui perlombaan, peserta didik tak hanya mengenal belajar di kelas. Namun dikenalkan usaha, kerja keras, persaingan yang tidak mungkin didapatkan dengan duduk diam mendengarkan guru menyampaikan materi pelajaran. (*)

 

(tim siarpedia.com)

 

Tinggalkan Balasan