Ombudsman RI Apresiasi Respon Cepat Pemda DIY

JogjaLIFE NewsLINE
Ombudsman RI Apresiasi Respon Cepat Pemda DIY
Ombudsman RI Apresiasi Respon Cepat Pemda DIY

Siarpedia.com, Yogyakarta – Gubernur DIY Sri Sultan HB menerima kunjungan Ombudsman RI pada Senin,  29 November 2021 di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan. Didampingi oleh anggota Ombudsman RI Dr Johanes Widijantoro SH MH, Ir Bobby Hamzar Rafinus MIA selaku Wakil Ketua Ombudsman RI menyebutkan bahwa kedatangannya untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai pimpinan baru Ombudsman.

 

Dalam pertemuan tersebut, kata Bobby Ombudsman juga sekaligus mendiskusikan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) terkait Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor 1 Tahun 2021 bersama Sri Sultan HB. “Kami menyampaikan apresiasi terhadap respon yang positif dari pemerintah DIY terhadap pemeriksaan yang kami lakukan,” demikian disampaikan Bobby

 

Baca Juga ;JITM 2021, Upaya Bangkitkan Pariwisata DIY

 

Bobby menyebutkan bahwa Pemda DIY telah memberikan respon yang cepat dalam menangani laporan yang disampaikan oleh Ombudsman. Sebelumnya, Pemda DIY telah melaksanakan diskusi publik bersama para stakeholder di Malioboro terkait evaluasi Pergub tersebut. Masukan-masukan yang telah diterima kemudian ditampung sebagai bahan evaluasi Pergub.

 

Bobby menyebutkan Pemda DIY responsif terhadap masukan Ombudsman. Pemda DIY mampu memenuhi laporan Ombudsman dan menyampaikan usulan perbaikan dalam kurun waktu yang ditetapkan sebelumnya. “Respon cepat Pemerintah Provinsi DIY kami sambut baik dan mudah-mudahan bisa ditambah lagi pertemuan dengan pegiat demokrasi akademisi. Sehingga Peraturan Gubernur itu bisa didukung semua komponen masyarakat,” jelasnya.

 

“Respon cepat Pemerintah Provinsi DIY kami sambut baik dan mudah-mudahan bisa ditambah lagi pertemuan dengan pegiat demokrasi akademisi. Sehingga Peraturan Gubernur itu bisa didukung semua komponen masyarakat,”

 

Beberapa saran perbaikan Pergub antara lain pengaturan rute dalam proses penyampaian pendapat masyarakat agar dapat berjalan tanpa mengganggu jalannya roda perekonomian. Bobby menyebutkan pengaturan rute itu diperlukan agar bangunan yang termasuk World Heritage UNESCO tetap terjaga baik. Sebelumnya, kawasan Malioboro yang termasuk dalam kawasan Sumbu Filosofi tengah diajukan  sebagai salah satu World Heritage UNESCO. (*)

 

Tinggalkan Balasan