Basmi Tungau di Jamur Kuping dengan Biji Sirsak

HumanioraEDU NewsLINE
Basmi Tungau di Jamur Kuping dengan Biji Sirsak
Basmi Tungau di Jamur Kuping dengan Biji Sirsak

Siarpedia.com, Yogyakarta – Salah satu penyakit jamur kuping adalah krepes yang disebabkan oleh tungau. Belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Gejala yang terjadi karena serangan tungau krepes antara lain terdapat koloni bening pada miselium bibit jamur kemudian tungau berkembang pada tubuh buah dan cairan di tubuh buah diserap oleh tungau ini sehingga menyebabkan gagal panen.

 

Pembasmian tungau yang telah dilakukan dengan pestisida sintetik, namun dapat mengancam keseimbangan ekosistem. Dan juga pestisida dapat diserap oleh jamur, sehingga dapat menurunkan kualitas jamur kuping ini, sehingga diperlukan pembasmian dengan cara yang ramah lingkungan, seperti pestisida alami dengan bioakarisida. Salah satu caranya dengan memanfaatkan ekstrak biji sirsak sebagai pemberantas hama krepes di jamur kuping.

 

Baca Juga ; Dosen Agroteknologi UMBY Latih Santri Budidaya Anggrek

 

Seperti yang digagas oleh sekelompok mahasiswa FMIPA UNY, yaitu Fatimah Nur Qomariah dan Lutfiah Nur Hidayah prodi biologi, Driliani Kharismaningtias dan Nur Wakhidah prodi pendidikan biologi serta Lilis Risma Putri prodi matematika. Menurut Fatimah Nur Qomariah, Jumat, 5 November 2021, di Indonesia keberadaan sirsak cukup banyak, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

 

“Padahal, di dalam biji sirsak terkandung berbagai macam senyawa yang bermanfaat bagi kehdupan manusia. Biji sirsak sebagai bioakarisida digunakan sebagai insektisida alami karena mengandung anomuricin, annonacin, anomurine, atherospermine, caclourine, cohibin, panatellin, xylomaticon, reticuline, sabadelin, dan solamin”

 

Pengonsumsian buah sirsak umumnya hanya diambil bagian daging buahnya, sedangkan biji sirsak dibuang. “Padahal, di dalam biji sirsak terkandung berbagai macam senyawa yang bermanfaat bagi kehdupan manusia. Biji sirsak sebagai bioakarisida digunakan sebagai insektisida alami karena mengandung anomuricin, annonacin, anomurine, atherospermine, caclourine, cohibin, panatellin, xylomaticon, reticuline, sabadelin, dan solamin” katanya.

 

Biji sirsak juga dapat menjadi insektisida dan larvasida, untuk penolak serangga dan sebagai racun kontak dan perut serangga. Biji sirsak terbukti mengurangi jumlah caplak pada sapi. Hal tersebut menunjukkan biji sirsak dapat sebagai akarisida. “Zat alkaloid yang terkandung dalam biji sirsak seperti annonain, mauricine, dan mauricinine yang berfungsi sebagai antifeedant dan insektisida juga bersifat sama terhadap caplak dan tungau,” kata Lutfiah. (*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *