Dikembangkan Instrumen Deteksi Kondisi Siswa

KabarUMBY NewsLINE
Dikembangkan Instrumen Deteksi Kondisi Siswa
Dikembangkan Instrumen Deteksi Kondisi Siswa

Siarpedia.com, Yogyakarta – Masa pandemi COVID-19 membuat berbagai kondisi menjadi terbatas. Pembelajaran online menjadi solusi yang dapat dilakukan untuk melangsungkan pembelajaran. Namun demikian, sekolah terbatas untuk dapat mendeteksi kondisi kesehatan, psikologis, dan sosial siswanya. Oleh karen itu dikembangkanlah instrumen yang dapat mengetahui kondisi siswa selama masa pandemi COVID-19.

 

Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sebagai salah satu program penyelenggara pendidikan tinggi yang menjunjung tinggi Tridarma Perguruan Tinggi berusaha mengimplementasikan salah satu darma dalam pengabdian kepada masayarakat, yakni dengan membantu sekolah dalam mengembangkan instrumen sekaligus dalam digitalisasi instrumen tersebut.

 

Baca Juga ; Tingkatkan Literasi Tunanetra dengan ‘Folebook’

 

Sebagai langkah awal, pengabdian kepada masyarakat dalam pengembangan instrumen dilakukan di Muhammadiayah Boarding School (MBS) Pleret. Arie Purwanto SPd MSc, ketua tim pengembang menyatakan salah satu cara yang paling efektif dalam mengetahui kondisi siswa dalam masa pandemi ialah dengan mengembangkan instrumen dan digitalisasi instrumen sehingga mudah diakses oleh siswa.

 

“Hasil yang diperoleh adalah instrumen baru yang di klaim lebih handal dalam pendeteksian potensi masalah yang dialami oleh siswa,“  

 

Sebagaimana disampaikan Kepala Humas UMBY Widarta SE MM, Kamis, 21 Oktober 2021, instrumen yang dikembangkan didasarkan pada Daftar Cek Masalah (DCM) yang lebih lanjut dikembangkan dengan konsep Risk Management (Manajemen Resiko). “Hasil yang diperoleh adalah instrumen baru yang di klaim lebih handal dalam pendeteksian potensi masalah yang dialami oleh siswa,“  tuturnya.

 

Disampaikan pula instrumen yang dikembangkan Dosen Pendidikan Matematika UMBY mulai akhir tahun ini rencananya akan diujicobakan dalam skala besar pada akhir Oktober 2021. Disisi lain, pihak sekolah sangat antusias dan mendukung program yang dilakukan. Lebih lanjut intrumen ini akan di daftarkan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).   (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *