Luncuran awan panas dan lava pijar Merapi terekam CCTV Tunggularum.
Luncuran awan panas dan lava pijar Merapi terekam CCTV Tunggularum.

Siarpedia.com, Sleman – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan jika aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi, berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas masih ditetapkan dalam tingkat ‘SIAGA’. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

 

Berdasarkan data BPPTKG, Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada Jumat, 5 Maret 2021, pukul 10.48 WIB dengan jarak luncur 1.300 meter ke arah barat daya. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Secara umum kegempaan internal pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu.

.

“Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 5 Maret terhadap tanggal 1 Maret 2021 menunjukkan adanya perubahan ketinggian kubah. Ketinggian kubah di tengah kawah terukur sebesar 45 m,”

 

Sedangkan gempa di permukaan seperti gempa guguran dan awanpanas guguran meningkat. “Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 5 Maret terhadap tanggal 1 Maret 2021 menunjukkan adanya perubahan ketinggian kubah. Ketinggian kubah di tengah kawah terukur sebesar 45 m,” ungkap Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam Siaran Informasi BPPTKG ‘Aktivitas Merapi Terkini’, Jumat, 5 Maret 2021..

 

Untuk volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 711.000 m3 dengan laju pertumbuhan 13.900 m3/hari. “Sedangkan analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 5 Maret terhadap 25 Februari 2021 menunjukkan perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah,” kata Hanik, sapaan dari  Hanik Humaida..

 

Dalam laporan 26 Februari-4 Maret 2021 tercatat awanpanas guguran terjadi  10 kali dengan estimasi jarak luncur maksimal 1.900 m ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 60 mm & durasi 171 detik. Kejadian awanpanas guguran teramati dari CCTV Pangukrejo. Untuk informasi aktivitas Gunung Merapi, masyarakat dapat mengakses melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta. (*)

 

Status Masih ‘Siaga’, Merapi Muntahkan Awan Panas Lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *