Bagas/Fikri Melaju, Fajar/Rian Terhenti

NewsLINE SportBUGAR
Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana
Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana

Siarpedia.com, Jakarta – Babak pertama turnamen bulutangkis Toyota Thailand Terbuka 2021 membawa keberuntungan bagi pasangan ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana. Lewat rubber game, Fikri/Bagas sukses mengalahkan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov asal Rusia, 21-15, 16-21, 21-13. Pertandingan yang digelar di Impact Arena, Bangkok, Rabu, 20 Januari 2021, ini juga, sekaligus pertemuan perdana mereka

 

“Alhamdulillah kami bisa menang. Di gim pertama kami bisa mengontrol permainan karena menang angin. Jadi menyerangnya lebih enak, juga lawan banyak melakukan kesalahan sendiri,”

 

“Alhamdulillah kami bisa menang. Di gim pertama kami bisa mengontrol permainan karena menang angin. Jadi menyerangnya lebih enak, juga lawan banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucap Fikri sapaan Muhammad Shohibul Fikri, sebagaimana dilansir laman Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Kekalahan pada gim kedua, membuat Fikri/Bagas mengubah permainannya hingga bisa menaklukan sang juara All England 2016, tersebut..

 

Sedangkan pada gim kedua ia kalah angin, jadi lebih berat bolanya. Dari awal sulit keluar dari tekanan. Gim ketiga, coba mengubah pola bermain dengan lebih berani bermain no lob dan harus memegang permainan depannya. Sempat tertinggal juga, tapi akhirnya bisa membalikan keadaan dan menang. “Kuncinya tadi lebih percaya diri lagi sama lebih berani saja dan mengurangi membuat kesalahan sendiri,” kata Fikri.

 

Sedangkan pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal melewati babak pertama turnamen bulutangkis Toyota Thailand Terbuka 2021, Rabu, 20 Januari 2021. Wakil Indonesia unggulan lima ini belum mampu mengalahkan Ben Lane/Sean Vendy (Inggris) pada pertemuan perdana yang digelar di Impact Arena, Bangkok. Pertandingan yang berlangsung selama 43 menit tersebut berakhir bagi kemenangan pasangan Inggris.

 

Fajar/Rian takluk dengan perbedaan skor tipis, 18-21, 19-21 dan gagal melaj ke babak selanjtna. “Tadi main tidak bisa keluar dari tekanan lawan dan tekanan dari diri sendiri. Mainnya tidak bisa relaks. Banyak yang harus diperbaiki sih, mulai dari service terus, juga defend, dan keyakinan diri sendri harus bisa meelawan,” ungkap Rian sapaan Muhammad Rian Ardianto. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *