Volume Kubah Lava Barat Daya 4.600 Meter Kubik

JogjaLIFE NewsLINE
Gunung Merapi
Gunung Merapi terpantau dari PGM Kaliurang

Siarpedia.com, Sleman – Abu vulkanik adalah salah satu produk erupsi gunung api berupa partikel-partikel kecil, selain batu dan pasir. Meskipun berukuran kecil, namun abu vulkanik mengganggu aktivitas manusia. Jarak tempuh abu vulkanik dari sumber erupsi dipengaruhi oleh kecepatan dan arah angin. Saat erupsi seperti saat ini, Gunung Merapi juga mengeluarkan abu vulkanik.

 

Demikian disampaikan Niken Angga Rukmini, Penyelidik Bumi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam Siaran Informasi BPPTKG bertema ‘Abu Vulkanik dalam Mitigasi Gunung Api’, Rabu, 13 Januari 2021. Menurut Niken Angga Rukmini, keberadaan abu vulkanik dapat memberikan informasi terkait erupsi gunungapi.

 

“Saat ini, per Rabu, 13 Januari 2021, volumenya 4.600 meter kubik. Kubah lava ini berada di barat daya atau tepatnya bibir kawah tahun 1997,”

 

Sedangkan berdasarkan data BPPTKG, volume kubah lava aktif Gunung Merapi di sisi barat daya (1997), tercatat hingga Rabu, 13 Januari 2021, volume kubah lava Gunung Merapi tersebut mencapai angka 4.600 meter kubik. “Saat ini, per Rabu, 13 Januari 2021, volumenya 4.600 meter kubik. Kubah lava ini berada di barat daya atau tepatnya bibir kawah tahun 1997,” terang Kepala BPPTKG Hanik Humaida.

 

Gunung Merapi juga mengeluarkan awan panas guguran, Rabu, 13 Januari 2021, pukul 10.40 WIB mengarah ke Kali Krasak. Awan panas guguran terbilang kecil dan menyebabkan jarak luncur tidak teramati dengan jelas. Selain itu, saat awan panas keluar dari puncak, kondisi gunung terhalang awan tebal. Terjadi juga gempa guguran 48 kali dengan rata-rata amplitudo 3-37 mm, berdurasi 20-163 detik sepanjang pengamatan pukul 06.00 WIB- 12.00 WIB.

 

Sementara visual puncak Gunung Merapi ,Rabu ini, sejak pukul 12.00 hingga 18.00 WIB tidak teramati karena tertutup kabut. Meski demikian, kegempaan masih terpantau tinggi, yakni gempa guguran (31 kali), gempa hembusan (4 kali), gempa fase banyak (6 kali). Rekomendasi jarak aman hingga kini masih 5 kilometer dari puncak. Masyarakat tetap diharapkan tak beraktivitas di kawasan zona 5 kilometer tersebut.  (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *