Oki Setiana Dewi
Oki Setiana Dewi

Siarpedia.com, Bantul – Media dakwah kreatif di Indonesia berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat saat ini. Itulah dasar bagi para komunikator untuk mengembangkan dakwah melalui media yang disajikan dengan kemasan menarik agar memudahkan penyampaiannya ke masyarakat secara lebih luas.

 

Prof Andi Faisal Bakti MA PhD, Guru Besar Komunikasi Islam, sekaligus Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Kelembagaan UIN Syarif Hidayatullah, mengatakan di era sekarang teknologi bergerak cepat, mempengaruhi generasi muda yang lincah dalam menggunakan sosial media sebagai media komunikasi. Tapi masih belum banyak yang memahami bagaimana berdakwah, terutama menggunakan media sosial sebagai media dakwah.

 

“Kreativitas media dakwah masih belum memadai. Landscape dakwah juga masih minim,” ujarnya. Lalu apa alasan mengapa media dakwah kreatif penting di Indonesia ?, Menurut Prof Andi, sebagai mahasiswa KPI atau calon komunikator harus memahami dulu esensi media yang ingin dipergunakan. “Tentu saja ada banyak media dengan esensinya masing-masing,” ucapnya.

 

Hal itu disampaikan Prof Andi dalam Studium Generale bertema ‘Memetakan Landscape Media Dakwah Kreatif di Indonesia’. Even ini ditujukan untuk mahasiswa baru Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun ajaran 2020-2021 sebagai calon komunikator dakwah di masa depan. Acara ini berlangsung secara online dan disiarkan melalui media Zoom serta Youtube Official KPI UMY.

 

 “Masyarakat tidak lagi dapat menangkap pesan dakwah hanya dari pendekatan konvensional, namun beralih melalui media pengajian eksklusif dan sosial media,”

 

Pendapat senada disampaikan  Oki Setiana Dewi, yang juga selebriti dan aktris. Ia juga merupakan salah satu tokoh perempuan yang getol berdakwah di depan kamera dalam kurun beberapa tahun terakhir, menceritakan pengalamannya selama berdakwah.  “Masyarakat tidak lagi dapat menangkap pesan dakwah hanya dari pendekatan konvensional, namun beralih melalui media pengajian eksklusif dan sosial media,” ucapnya.  (*)

 

Terus Berkembang, Media Dakwah Kreatif  
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *